Sambung Hidup dari Ngamen Angklung

Setiap Pekan Bergiliran ke Sejumlah Kota

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Musik tradisional belakangan ini mulai dilupakan. Masyarakat cenderung mengakses musik melalui gawai. Karenanya, keberadaan musik tradisional sedikit demi sedikit tersisih. Oleh sebab itu, perlu upaya lebih keras agar budaya memainkan musik kembali berjaya. Salah satunya alat musik angklung.

Sejatinya, alat musik asal Jawa Barat tersebut mudah dimainkan. Hanya perlu tekad yang kuat dan konsisten untuk melestarikan musik. Bahkan, alat musik tersebut bisa menjadi salah satu sarana untuk menyambung hidup. Seperti yang dilakukan Rendy, pemuda asal Jenggawah, Jember.

“Angklung ini menjadi salah satu pilihan untuk mencari nafkah. Sebab, sejak ditinggal ayah, mulai tahun lalu saya belajar angklung. Belajarnya secara autodidak selama sepekan, tapi rutin. Saya menghayati setiap instrumen lagu,” ungkap Rendy.

LIHAI: Rendy, pengamen jalanan, terlihat lihai memainkan alat musik angklung di perempatan Klojen, Citrodiwangsan, kemarin. Melalui angklung inilah dia bisa menyambung hidup sehari-hari.

Bersama teman dari Jember dan lima orang kawan Lumajang, dia memainkan musik angklung dengan indah di perempatan Klojen, kemarin. Baginya, memainkan musik angklung bisa sebagai wadah memperkenalkan musik tradisional di kalangan masyarakat bahkan internasional. Menurutnya, angklung juga alat musik yang unik.