alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Jenggawah Aktif Bantu Perketat Penerapan Prokes

Mobile_AP_Rectangle 1

JENGGAWAH, RADARJEMBER.ID – Berbagai pihak terus berupaya mengurangi dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember. Di antaranya dengan kerap melakukan edukasi dan sosialisasi yang dikemas dalam operasi yustisi. Salah satunya dilaksanakan di Kecamatan Jenggawah, belum lama ini.

Hal itu diungkapkan Camat Jenggawah Roni Herman Baza kepada Jawa Pos Radar Jember. Namun, dia menerangkan bahwa pihaknya melakukan penertiban dengan cara berbeda. “Bisa dibilang, ini sekadar edukasi dan sosialisasi prokes,” Lanjutnya. Yakni, dengan mendatangi sejumlah tempat keramaian. Salah satunya di gudang tembakau.

Tujuannya, lanjut Roni, adalah untuk melakukan pengecekan penerapan prokes. Dia menerangkan bahwa hal itu dirasa lebih efektif jika dibandingkan dengan mencegat para pengendara di jalanan. Dia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengecekan dan membagikan masker.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di beberapa pusat keramaian, pihaknya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 dan kemungkinan terburuk jika tidak menaati prokes. Apalagi jika tidak menggunakan masker di tempat yang menimbulkan kerumunan.

Selain membagikan masker, pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha untuk menyediakan berbagai fasilitas protokol kesehatan. Mulai dari masker, alat cuci tangan, dan petugas yang rutin memantau pelaksanaan tersebut. “Jika tidak bisa, saya sarankan untuk tutup saja,” tegasnya. Sebab, hal tersebut justru bisa menjadi tempat penularan Covid-19. Jika demikian, malah bisa merugikan para pekerja dan perekonomian tidak akan mungkin bisa berjalan.

- Advertisement -

JENGGAWAH, RADARJEMBER.ID – Berbagai pihak terus berupaya mengurangi dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember. Di antaranya dengan kerap melakukan edukasi dan sosialisasi yang dikemas dalam operasi yustisi. Salah satunya dilaksanakan di Kecamatan Jenggawah, belum lama ini.

Hal itu diungkapkan Camat Jenggawah Roni Herman Baza kepada Jawa Pos Radar Jember. Namun, dia menerangkan bahwa pihaknya melakukan penertiban dengan cara berbeda. “Bisa dibilang, ini sekadar edukasi dan sosialisasi prokes,” Lanjutnya. Yakni, dengan mendatangi sejumlah tempat keramaian. Salah satunya di gudang tembakau.

Tujuannya, lanjut Roni, adalah untuk melakukan pengecekan penerapan prokes. Dia menerangkan bahwa hal itu dirasa lebih efektif jika dibandingkan dengan mencegat para pengendara di jalanan. Dia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengecekan dan membagikan masker.

Di beberapa pusat keramaian, pihaknya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 dan kemungkinan terburuk jika tidak menaati prokes. Apalagi jika tidak menggunakan masker di tempat yang menimbulkan kerumunan.

Selain membagikan masker, pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha untuk menyediakan berbagai fasilitas protokol kesehatan. Mulai dari masker, alat cuci tangan, dan petugas yang rutin memantau pelaksanaan tersebut. “Jika tidak bisa, saya sarankan untuk tutup saja,” tegasnya. Sebab, hal tersebut justru bisa menjadi tempat penularan Covid-19. Jika demikian, malah bisa merugikan para pekerja dan perekonomian tidak akan mungkin bisa berjalan.

JENGGAWAH, RADARJEMBER.ID – Berbagai pihak terus berupaya mengurangi dampak yang diakibatkan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jember. Di antaranya dengan kerap melakukan edukasi dan sosialisasi yang dikemas dalam operasi yustisi. Salah satunya dilaksanakan di Kecamatan Jenggawah, belum lama ini.

Hal itu diungkapkan Camat Jenggawah Roni Herman Baza kepada Jawa Pos Radar Jember. Namun, dia menerangkan bahwa pihaknya melakukan penertiban dengan cara berbeda. “Bisa dibilang, ini sekadar edukasi dan sosialisasi prokes,” Lanjutnya. Yakni, dengan mendatangi sejumlah tempat keramaian. Salah satunya di gudang tembakau.

Tujuannya, lanjut Roni, adalah untuk melakukan pengecekan penerapan prokes. Dia menerangkan bahwa hal itu dirasa lebih efektif jika dibandingkan dengan mencegat para pengendara di jalanan. Dia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pengecekan dan membagikan masker.

Di beberapa pusat keramaian, pihaknya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 dan kemungkinan terburuk jika tidak menaati prokes. Apalagi jika tidak menggunakan masker di tempat yang menimbulkan kerumunan.

Selain membagikan masker, pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha untuk menyediakan berbagai fasilitas protokol kesehatan. Mulai dari masker, alat cuci tangan, dan petugas yang rutin memantau pelaksanaan tersebut. “Jika tidak bisa, saya sarankan untuk tutup saja,” tegasnya. Sebab, hal tersebut justru bisa menjadi tempat penularan Covid-19. Jika demikian, malah bisa merugikan para pekerja dan perekonomian tidak akan mungkin bisa berjalan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/