alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Honda C70 Klasik Tak Kalah Asyik

Honda C70 atau kerap disebut Honda Pitung Puluh, atau bisa juga disebut motor ulung, memang memiliki tempat tersendiri di hati penggemar motor klasik. Desainnya sangat khas era 1970-an. Suaranya bisa dikenali bahkan saat masih berada di kejauhan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, bunyi khas motor Honda C70 merapat di salah satu warung kopi di Dusun Sumberan, Desa/Kecamatan Ambulu. Perwujudan kendaraan roda dua yang kerap disebut motor ulung ini rupanya masih eksis. Bodinya pun masih tetap klasik. Hanya ada beberapa bagian motor yang dicat kemerah-merahan. “Maklum, ada sebagian yang karatan sehingga harus dicat ulang,” ungkap Randi Dwi Candra Windu Ananda, sang pemilih motor klasik tersebut.

Warga Jalan Basuki Rachmat 62 Dusun Sumberan, Desa/Kecamatan Ambulu, tersebut mengungkapkan bahwa dirinya melakukan hal itu agar tidak menghilangkan kesan klasik motor yang diproduksi sekitar tahun 70-an tersebut. Selain memoles sedikit warna bodi, dia menerangkan bahwa salah satu cover penutup filter juga tidak orisinal. “Soalnya, dulu pernah kecelakaan, sedangkan cari penutup yang ori sulit,” lanjut pria kelahiran 1988 itu. Jadi, terpaksa mencari yang imitasi.

Namun, sebisa mungkin Candra membuat motor ulung miliknya tetap tampak otentik. Dia menerangkan bahwa setiap pengguna motor ulung pasti beragam tipenya. Mulai dari klasik hingga modern.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apa pun kegemaran masing-masing, perawatan tetap nomor satu. “Soalnya, motor tua,” lanjut salah seorang guru SMK di Kecamatan Ambulu tersebut. Di antaranya dengan rutin mengganti oli mesin minimal sebulan sekali.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, bunyi khas motor Honda C70 merapat di salah satu warung kopi di Dusun Sumberan, Desa/Kecamatan Ambulu. Perwujudan kendaraan roda dua yang kerap disebut motor ulung ini rupanya masih eksis. Bodinya pun masih tetap klasik. Hanya ada beberapa bagian motor yang dicat kemerah-merahan. “Maklum, ada sebagian yang karatan sehingga harus dicat ulang,” ungkap Randi Dwi Candra Windu Ananda, sang pemilih motor klasik tersebut.

Warga Jalan Basuki Rachmat 62 Dusun Sumberan, Desa/Kecamatan Ambulu, tersebut mengungkapkan bahwa dirinya melakukan hal itu agar tidak menghilangkan kesan klasik motor yang diproduksi sekitar tahun 70-an tersebut. Selain memoles sedikit warna bodi, dia menerangkan bahwa salah satu cover penutup filter juga tidak orisinal. “Soalnya, dulu pernah kecelakaan, sedangkan cari penutup yang ori sulit,” lanjut pria kelahiran 1988 itu. Jadi, terpaksa mencari yang imitasi.

Namun, sebisa mungkin Candra membuat motor ulung miliknya tetap tampak otentik. Dia menerangkan bahwa setiap pengguna motor ulung pasti beragam tipenya. Mulai dari klasik hingga modern.

Apa pun kegemaran masing-masing, perawatan tetap nomor satu. “Soalnya, motor tua,” lanjut salah seorang guru SMK di Kecamatan Ambulu tersebut. Di antaranya dengan rutin mengganti oli mesin minimal sebulan sekali.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, bunyi khas motor Honda C70 merapat di salah satu warung kopi di Dusun Sumberan, Desa/Kecamatan Ambulu. Perwujudan kendaraan roda dua yang kerap disebut motor ulung ini rupanya masih eksis. Bodinya pun masih tetap klasik. Hanya ada beberapa bagian motor yang dicat kemerah-merahan. “Maklum, ada sebagian yang karatan sehingga harus dicat ulang,” ungkap Randi Dwi Candra Windu Ananda, sang pemilih motor klasik tersebut.

Warga Jalan Basuki Rachmat 62 Dusun Sumberan, Desa/Kecamatan Ambulu, tersebut mengungkapkan bahwa dirinya melakukan hal itu agar tidak menghilangkan kesan klasik motor yang diproduksi sekitar tahun 70-an tersebut. Selain memoles sedikit warna bodi, dia menerangkan bahwa salah satu cover penutup filter juga tidak orisinal. “Soalnya, dulu pernah kecelakaan, sedangkan cari penutup yang ori sulit,” lanjut pria kelahiran 1988 itu. Jadi, terpaksa mencari yang imitasi.

Namun, sebisa mungkin Candra membuat motor ulung miliknya tetap tampak otentik. Dia menerangkan bahwa setiap pengguna motor ulung pasti beragam tipenya. Mulai dari klasik hingga modern.

Apa pun kegemaran masing-masing, perawatan tetap nomor satu. “Soalnya, motor tua,” lanjut salah seorang guru SMK di Kecamatan Ambulu tersebut. Di antaranya dengan rutin mengganti oli mesin minimal sebulan sekali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/