alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Menumbuhkan Budaya Kerja di SMK

Mobile_AP_Rectangle 1

PENGEMBANGAN dan penerapan pendidikan karakter kerja siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan hal yang pokok dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas lulusan SMK. Hal ini tertuang dalam penjelasan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah menengah kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja.

Dalam Perpres Nomor 87 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, kemudian dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK, khususnya standar kompetensi lulusan terdapat sembilan area kompetensi. Salah satu area kompetensi tersebut adalah karakter pribadi dan sosial lulusan SMK/MAK. Pengembangan karakter kerja bagi siswa SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaannya. Siswa SMK harus dipersiapkan untuk menghadapi persaingan dan tantangan dalam bekerja di dunia usaha dan industri. Bekerja di dunia usaha dan industri berbeda dengan lingkungan sekolah, sehingga diperlukan adanya pengembangan karakter kerja meliputi pembinaan ketahanan mental, disiplin kerja, ketahanan fisik, dan perilaku positif siswa.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara stakeholder, baik pemerintah, masyarakat, maupun orang tua. Tanggung jawab bersama tersebut merupakan tanggung jawab dalam mempersiapkan generasi muda dalam rangka menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa depan serta mempersiapkan pemimpin-pemimpin di masa depan. Keberlangsungan tersebut ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki bangsa dan negara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengembangan penguatan budaya kerja bagi peserta didik SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaannya. Peserta didik SMK harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi dan tantangan industri, dunia usaha dan dunia kerja. Penguatan budaya kerja bagi peserta didik menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu peserta didik. Peserta didik dan guru sebagai sumber daya manusia yang potensial perlu memiliki bekal pemahaman dan penguasaan bidang tertentu baik pemahaman dan penguasaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, seni, olah raga, keterampilan, kewirausahaan, dan sebagainya.

Karakter kerja yang dibutuhkan dunia kerja meliputi etika kerja, rasa keingintahuan, sifat dapat dipercaya, disiplin diri, kejujuran, komitmen, tanggung jawab, respek terhadap diri sendiri dan orang lain, toleransi, kerja keras, hubungan kerja yang baik, integritas, perilaku yang baik, komunikasi, kegigihan, motivasi kerja tinggi, kerja sama yang baik, inisiatif, keberanian, moral, kerajinan, daya adaptasi, pengendalian diri, pembelajar yang cepat, keinginan untuk belajar hal-hal yang baru, kemampuan cara belajar, keluwesan, dan kewirausahaan (Slamet, 2011).

Pendidikan karakter kerja merupakan proses pendidikan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang memenuhi persyaratan karakter kerja di dunia kerja, baik sebagai pekerja maupun mandiri. Karakter seseorang tumbuh dan berkembang atas dua kekuatan, yaitu berasal dari dalam yang berupa faktor biologis dan kekuatan dari luar yang berupa faktor lingkungan. Pembentukan karakter dapat dibentuk oleh sebuah proses kebiasaan yang terjadi secara terus menerus yang ditanamkan melalui budaya sekolah. Pendidikan di sekolah dapat membentuk karakter peserta didik sampai peserta didik lulus dari sekolah. Pembentukan karakter merupakan pikiran yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya.

Implementasi karakter kerja melalui proses pembelajaran di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Karakter kerja dapat diintegrasikan melalui mata pelajaran yang lebih banyak menekankan praktik, namun tidak menutup kemungkinan diintegrasikan melalui mata pelajaran yang lebih menekankan teori. Meskipun sebenarnya antara teori dan praktik merupakan satu kesatuan. Karakter kerja lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja/industri ataupun usaha mandiri mutlak harus dimiliki agar sesuai yang diinginkan oleh dunia kerja/industri ataupun usaha mandiri.

- Advertisement -

PENGEMBANGAN dan penerapan pendidikan karakter kerja siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan hal yang pokok dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas lulusan SMK. Hal ini tertuang dalam penjelasan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah menengah kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja.

Dalam Perpres Nomor 87 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, kemudian dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK, khususnya standar kompetensi lulusan terdapat sembilan area kompetensi. Salah satu area kompetensi tersebut adalah karakter pribadi dan sosial lulusan SMK/MAK. Pengembangan karakter kerja bagi siswa SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaannya. Siswa SMK harus dipersiapkan untuk menghadapi persaingan dan tantangan dalam bekerja di dunia usaha dan industri. Bekerja di dunia usaha dan industri berbeda dengan lingkungan sekolah, sehingga diperlukan adanya pengembangan karakter kerja meliputi pembinaan ketahanan mental, disiplin kerja, ketahanan fisik, dan perilaku positif siswa.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara stakeholder, baik pemerintah, masyarakat, maupun orang tua. Tanggung jawab bersama tersebut merupakan tanggung jawab dalam mempersiapkan generasi muda dalam rangka menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa depan serta mempersiapkan pemimpin-pemimpin di masa depan. Keberlangsungan tersebut ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki bangsa dan negara.

Pengembangan penguatan budaya kerja bagi peserta didik SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaannya. Peserta didik SMK harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi dan tantangan industri, dunia usaha dan dunia kerja. Penguatan budaya kerja bagi peserta didik menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu peserta didik. Peserta didik dan guru sebagai sumber daya manusia yang potensial perlu memiliki bekal pemahaman dan penguasaan bidang tertentu baik pemahaman dan penguasaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, seni, olah raga, keterampilan, kewirausahaan, dan sebagainya.

Karakter kerja yang dibutuhkan dunia kerja meliputi etika kerja, rasa keingintahuan, sifat dapat dipercaya, disiplin diri, kejujuran, komitmen, tanggung jawab, respek terhadap diri sendiri dan orang lain, toleransi, kerja keras, hubungan kerja yang baik, integritas, perilaku yang baik, komunikasi, kegigihan, motivasi kerja tinggi, kerja sama yang baik, inisiatif, keberanian, moral, kerajinan, daya adaptasi, pengendalian diri, pembelajar yang cepat, keinginan untuk belajar hal-hal yang baru, kemampuan cara belajar, keluwesan, dan kewirausahaan (Slamet, 2011).

Pendidikan karakter kerja merupakan proses pendidikan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang memenuhi persyaratan karakter kerja di dunia kerja, baik sebagai pekerja maupun mandiri. Karakter seseorang tumbuh dan berkembang atas dua kekuatan, yaitu berasal dari dalam yang berupa faktor biologis dan kekuatan dari luar yang berupa faktor lingkungan. Pembentukan karakter dapat dibentuk oleh sebuah proses kebiasaan yang terjadi secara terus menerus yang ditanamkan melalui budaya sekolah. Pendidikan di sekolah dapat membentuk karakter peserta didik sampai peserta didik lulus dari sekolah. Pembentukan karakter merupakan pikiran yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya.

Implementasi karakter kerja melalui proses pembelajaran di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Karakter kerja dapat diintegrasikan melalui mata pelajaran yang lebih banyak menekankan praktik, namun tidak menutup kemungkinan diintegrasikan melalui mata pelajaran yang lebih menekankan teori. Meskipun sebenarnya antara teori dan praktik merupakan satu kesatuan. Karakter kerja lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja/industri ataupun usaha mandiri mutlak harus dimiliki agar sesuai yang diinginkan oleh dunia kerja/industri ataupun usaha mandiri.

PENGEMBANGAN dan penerapan pendidikan karakter kerja siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan hal yang pokok dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas lulusan SMK. Hal ini tertuang dalam penjelasan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah menengah kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja.

Dalam Perpres Nomor 87 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, kemudian dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan SMK/MAK, khususnya standar kompetensi lulusan terdapat sembilan area kompetensi. Salah satu area kompetensi tersebut adalah karakter pribadi dan sosial lulusan SMK/MAK. Pengembangan karakter kerja bagi siswa SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaannya. Siswa SMK harus dipersiapkan untuk menghadapi persaingan dan tantangan dalam bekerja di dunia usaha dan industri. Bekerja di dunia usaha dan industri berbeda dengan lingkungan sekolah, sehingga diperlukan adanya pengembangan karakter kerja meliputi pembinaan ketahanan mental, disiplin kerja, ketahanan fisik, dan perilaku positif siswa.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara stakeholder, baik pemerintah, masyarakat, maupun orang tua. Tanggung jawab bersama tersebut merupakan tanggung jawab dalam mempersiapkan generasi muda dalam rangka menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat yang lebih baik di masa depan serta mempersiapkan pemimpin-pemimpin di masa depan. Keberlangsungan tersebut ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki bangsa dan negara.

Pengembangan penguatan budaya kerja bagi peserta didik SMK merupakan aspek penting dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan berhasil dalam pekerjaannya. Peserta didik SMK harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi dan tantangan industri, dunia usaha dan dunia kerja. Penguatan budaya kerja bagi peserta didik menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu peserta didik. Peserta didik dan guru sebagai sumber daya manusia yang potensial perlu memiliki bekal pemahaman dan penguasaan bidang tertentu baik pemahaman dan penguasaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, seni, olah raga, keterampilan, kewirausahaan, dan sebagainya.

Karakter kerja yang dibutuhkan dunia kerja meliputi etika kerja, rasa keingintahuan, sifat dapat dipercaya, disiplin diri, kejujuran, komitmen, tanggung jawab, respek terhadap diri sendiri dan orang lain, toleransi, kerja keras, hubungan kerja yang baik, integritas, perilaku yang baik, komunikasi, kegigihan, motivasi kerja tinggi, kerja sama yang baik, inisiatif, keberanian, moral, kerajinan, daya adaptasi, pengendalian diri, pembelajar yang cepat, keinginan untuk belajar hal-hal yang baru, kemampuan cara belajar, keluwesan, dan kewirausahaan (Slamet, 2011).

Pendidikan karakter kerja merupakan proses pendidikan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang memenuhi persyaratan karakter kerja di dunia kerja, baik sebagai pekerja maupun mandiri. Karakter seseorang tumbuh dan berkembang atas dua kekuatan, yaitu berasal dari dalam yang berupa faktor biologis dan kekuatan dari luar yang berupa faktor lingkungan. Pembentukan karakter dapat dibentuk oleh sebuah proses kebiasaan yang terjadi secara terus menerus yang ditanamkan melalui budaya sekolah. Pendidikan di sekolah dapat membentuk karakter peserta didik sampai peserta didik lulus dari sekolah. Pembentukan karakter merupakan pikiran yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya.

Implementasi karakter kerja melalui proses pembelajaran di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Karakter kerja dapat diintegrasikan melalui mata pelajaran yang lebih banyak menekankan praktik, namun tidak menutup kemungkinan diintegrasikan melalui mata pelajaran yang lebih menekankan teori. Meskipun sebenarnya antara teori dan praktik merupakan satu kesatuan. Karakter kerja lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja/industri ataupun usaha mandiri mutlak harus dimiliki agar sesuai yang diinginkan oleh dunia kerja/industri ataupun usaha mandiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/