Radar Jember - MotoGP kembali beraksi akhir pekan ini di Austria, sirkuit yang selama ini menjadi “wilayah kekuasaan” Ducati.
Namun, sebelum lampu hijau dinyalakan, mantan pembalap MotoGP, Alex Barros, membagikan pandangannya di kanal PecinoGP soal peta persaingan musim ini, perkembangan tim-tim non-Ducati, hingga kembalinya Jorge Martin pascacedera.
Menurut Barros, dominasi Ducati tak akan lagi berjalan mulus.
“Sejak awal tahun saya sudah mengatakan, akan semakin sulit bagi Ducati. Tahun ini saja sudah lebih berat, dan tahun depan bakal lebih berat lagi,” tegas Baros, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
“Mereka memang punya kartu as bernama Marc Marquez dan motonya luar biasa, tapi ke depan, hasil keseluruhan akan makin sulit dicapai. Bukan hanya melawan pabrikan lain, tapi semua Ducati akan mendapat perlawanan dari merek-merek lain,” tambahnya.
KTM Mulai Pulih dari Krisis
Membahas MotoGP Brno sebelum jeda musim panas, Barros menyoroti tanda kebangkitan KTM.
“Sekarang mereka sudah mendapat kepastian soal masa depan tim, dan itu memberi kepercayaan diri serta ruang gerak. Tahun depan, saya rasa KTM akan kembali tampil konsisten seperti dulu,” ujarnya, merujuk pada masalah internal yang sempat menghambat perkembangan pabrikan Austria itu.
Comeback Gemilang Jorge Martin
Barros juga memberikan pujian khusus untuk Jorge Martin yang kembali membalap di Brno setelah delapan bulan absen.
“Syukurlah dia menyelesaikan balapan pertamanya. Hasilnya luar biasa untuk seseorang yang begitu lama tidak mengendarai motor. Saya tak menyangka dia bisa tampil sebagus itu. Kalau kondisinya terus stabil, Martin akan jadi salah satu yang bikin pusing lawan di barisan depan,” ucapnya.
Siapa yang Terbaik: Rossi atau Marquez?
Ketika diminta memilih di antara Casey Stoner, Valentino Rossi, dan Marc Marquez, Barros menjatuhkan pilihannya pada dua nama terakhir.
“Antara Rossi dan Marquez, saya pilih keduanya. Mereka punya kualitas dan catatan prestasi lebih banyak,” jelasnya.
Ia lalu membandingkan era balapnya dengan kondisi sekarang, khususnya kelemahan Ducati di masa lalu.
Barros mengenang bagaimana Loris Capirossi mampu memaksa Ducati berbelok lebih cepat meski grip minim.
“Dia punya teknik unik, mengangkat motor lebih cepat keluar tikungan. Kami mencoba menirunya, tapi tak pernah bisa,” kenang Barros.
Editor : Imron Hidayatullahh