Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Andre Onana Tak Gentar Dicemooh! Bungkam Kritik Pedas Eks MU dengan Gaya Elegan

M. Ainul Budi • Jumat, 11 April 2025 | 06:05 WIB
Andre Onana
Andre Onana

radar jember - Dalam dunia sepak bola, kontroversi bukan hal baru terlebih jika melibatkan nama besar seperti Manchester United.

Kali ini, sorotan tertuju pada kiper utama Setan Merah, Andre Onana, yang terlibat adu komentar panas dengan mantan gelandang MU, Nemanja Matic.

Perseteruan itu memanas tak lama setelah pernyataan penuh keyakinan Onana jelang duel MU melawan Lyon di perempat final Liga Europa.

Namun yang mengejutkan bukanlah komentar percaya diri sang kiper Kamerun itu melainkan respons pedas dari eks Manchester United Nemanja Matic yang menyebut Onana sebagai "salah satu penjaga gawang terburuk dalam sejarah Manchester United".

Komentar itu pun segera menjadi bara yang menyulut perdebatan sengit di media sosial. 

Dimulai dari Sebuah Keyakinan

Andre Onana bukan sosok yang suka menyembunyikan pendapat. Dalam wawancara singkat sebelum laga, ia menyatakan bahwa Manchester United masih punya kualitas lebih unggul dibanding Lyon dan pantas lolos ke semifinal.

Bagi seorang pemain yang mengenakan lambang klub sebesar United di dada, pernyataan ini terdengar wajarbahkan seperti suntikan semangat bagi rekan setim.

Namun di mata Nemanja Matic, komentar Onana justru dinilai arogan.

Dalam konferensi pers bersama Lyon, gelandang asal Serbia itu melontarkan kritik keras

Komentar semacam itu pantas keluar dari pemain-pemain yang telah berjasa besar bagi klub, bukan dari seseorang yang lebih banyak diberitakan karena blundernya ketimbang penyelamatannya.

Matic bahkan menyebut nama-nama besar seperti David de Gea, Peter Schmeichel, dan Edwin van der Sar sebagai sosok yang lebih layak bicara atas nama klub.

Pernyataan yang tak pelak memancing banyak gelombang reaksi.

Balasan Onana

Alih-alih diam atau meredam situasi, Onana memilih jalur konfrontatif. Lewat media sosial, ia mengunggah foto saat mengangkat trofi Piala FA musim lalu dengan caption yang tak kalah menusuk "Beberapa orang tidak bisa mengatakan hal yang sama."

Dalam satu kalimat itu, Onana mempertegas bahwa kontribusinya meski kerap dikritik telah membawa hasil nyata. Sebuah pengingat bahwa di dunia sepak bola, hasil akhir tetap menjadi ukuran utama, bukan hanya reputasi masa lalu.

Tanggapan Manajer dan Legenda

Manajer United saat ini, Ruben Amorim, mencoba menurunkan tensi. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa komentar Onana telah disalahpahami dan tidak ditujukan sebagai bentuk kesombongan.

Andre hanya menunjukkan semangat bertanding. Kami tahu siapa kami, dan kami tetap menghormati setiap lawan, termasuk Lyon” ujarnya.

Menariknya, sejumlah legenda klub justru berbeda pendapat soal posisi Onana. Paul Scholes, yang dikenal vokal, menyebut Onana sebagai titik rawan dalam tim

. “Dia terlalu sering membuat keputusan berisiko. Untuk posisi kiper, itu bisa berujung bencana” ucap Scholes dalam sebuah sesi analisis.

Momen pertemuan melawan Lyon bisa jadi bukan hanya soal tiket ke semifinal Liga Europa, tapi juga menjadi ajang pembuktian personal bagi Onana.

Kritik dari Matic dan sebagian legenda klub hanya akan menjadi motivasi tambahan bagi pria asal Kamerun itu untuk menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.

Andre Onana mungkin bukan tipikal kiper yang disukai semua orang. Ia kontroversial, vokal, dan kerap mengambil risiko.

Tapi satu hal yang tak bisa dipungkiri: ia berani bertanggung jawab atas posisinya. Dalam situasi panas seperti ini, seorang pemain bisa runtuh oleh tekanan, atau tumbuh menjadi lebih kuat. Dunia tengah menunggu untuk melihat ke mana arah Onana akan melangkah.

Editor : M. Ainul Budi
#manchester united #nemanja matic #andre onana