KALIWATES, Radar Jember - Pertandingan futsal Sisfo Cup 2023 kembali ricuh di GOR PKPSO Kaliwates. Sebelumnya, kericuhan terjadi antara Jurusan Teknik Universitas Jember (Unej) dengan Jurusan Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS), akhir pekan lalu. Kali ini, kericuhan terjadi pada laga antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ITS Mandala dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unej, Rabu malam (4/10). Kericuhan itu terekam video salah satu penonton dan tersebar luas di media sosial.
Dalam potongan video itu, diperlihatkan kericuhan antarpemain dan ofisial di depan gawang. Informasinya, kericuhan dipicu salah satu pemain FKIP Unej yang diduga menendang bagian kepala pemain ITS Mandala yang tersungkur. Hal itu membuat sejumlah pemain bersitegang dan saling dorong.
Edwinda dan Prasetyo, dua wasit yang bertugas saat itu, langsung menghentikan pertandingan. Pemain FKIP Unej yang diduga menendang kepala pemain ITS Mandala langsung diberi kartu merah. Tindakan itu dinilai sudah sesuai menurut pandangan wasit. "Memang ada pelanggaran di sana. Ada gerakan tambahan dari kaki yang mengenai kepala. Tindakan wasit sudah benar dengan memberikan kartu merah pada pemain tersebut," ujar Iwan Abdillah selaku Komite Penugasan Wasit Futsal Jember.
Informasi yang dihimpun, saat terjatuh, pemain ITS Mandala memegang kaki pemain FKIP Unej. Entah refleks atau apa, mahasiswa Unej itu melepaskan kakinya dengan cara menendang. "Asumsinya bukan menendang seperti menendang bola, tetapi memang ada gerakan tambahan dan mengenai kepala, sehingga ada sanksi," terangnya.
Iwan mengungkapkan, berdasarkan laporan wasit yang bertugas, gerakan tambahan, baik disengaja atau tidak, yang mengenai kepala, maka masuk pelanggaran berat. Dengan demikian, tepat jika kartu merah dikeluarkan wasit. Pemain ITS Mandala yang terprovokasi dan membela temannya itu bersitegang. Hal itu membuat wasit menghadiahi tiga kartu kuning untuk pemain ITS Mandala.
Menurut Iwan, pemberian kartu merah dan kuning itu seharusnya membuat permasalahan di lapangan selesai. Namun, terkadang pemain dan ofisial tidak terima, sehingga melakukan aksi main hakim sendiri atau protes berlebihan. "Ada keputusan wasit. Harus ditaati. Memang dalam pertandingan futsal, perlu kedewasaan pemain, ofisial, hingga suporter. Kami berharap kejadian serupa tidak terjadi," harapnya.
Perlu diketahui, Jawa Pos Radar Jember berupaya mengonfirmasi kronologi kejadian itu kepada Ketua Panitia Sisfo Cup 2023, M. Ilham Yahya. Namun, pesan maupun telepon Jawa Pos Radar Jember tidak direspons. Jawa Pos Radar Jember juga berupaya datang ke GOR PKPSO Kaliwates, kemarin siang (6/10). Dua kali permintaan pertemuan itu juga nihil. "Ketua panitia masih repot kegiatan," pungkas salah satu panitia Sisfo Cup. (kin/c2/dwi)
Editor : Safitri