Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Safira Berhak Bawa Emas Final Nomor Tanding Putri Kelas B SEA Games 2023

Safitri • Jumat, 12 Mei 2023 | 23:48 WIB
Pesilat Indonesia Safira Dwi Meilani berpose setelah mengikuti upacara penjemputan atlet SEA Games di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (11/5/2023).
Pesilat Indonesia Safira Dwi Meilani berpose setelah mengikuti upacara penjemputan atlet SEA Games di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (11/5/2023).
Jakarta, RADARJEMBER.ID - Pada pertandingan final nomor tanding putri kelas B SEA Games 2023, pesilat Indonesia Safira Dwi Meilani menyatakan dirinya sempat stress saat dinyatakan kalah saat berhadapan dengan pesilat Vietnam Nguyen Hoang Hong An.

BACA JUGA : Sepekan Tertahan di RS Sanglah Bali, Bayi Asal Jember Akhirnya Bisa Pulang

Pada pertandingan itu, Safira sedang memimpin perolehan poin dengan keunggulan 61-43 saat waktu menyisakan 18 detik. Ia kemudian mengalami dislokasi bahu, yang membuat wasit juri memutuskan menghentikan dan memenangkan Nguyen. Tim Indonesia lalu melakukan protes atas keputusan tersebut, dan belakangan diputuskan bahwa Safira berhak atas medali emas kelas tersebut.

"Kalau itu sih sempat stress dengan keputusan wasit juri soalnya kita VAR memang gak diterima. Jadi setelah banding, alhamdulillah disetujui, alhamdulillah sih. Kalau memang rezeki gak ke mana," kata Safira, saat ditemui seusai upacara penyambutan atlet SEA Games di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis malam.

Keberhasilan Safira memboyong medali emas menjadi semakin istimewa karena ini merupakan pertama kalinya gadis 23 tahun itu mengikuti SEA Games. Dia menyatakan banyak masukan dari para atlet senior yang membantunya untuk mengatasi berbagai rintangan selama bertanding di ajang multi cabang Asia Tenggara tersebut.

"Ya kalau itu saya belajar dari senior-senior juga karena memang pertandingan di internasional itu gak mudah. Jadi memang kita harus kuat-kuatan mental sih. Karena itu saya bisa kontrol emosi," ucap Safira yang berasal dari Perguruan Silat Bangau Ruyung.

Cedera bahu yang dialami Safira mungkin akan membutuhkan waktu untuk dapat pulih total. Namun dia menyatakan dirinya belum tertarik untuk pindah ke nomor seni yang potensi cederanya lebih sedikit, karena merasa kemampuan maksimalnya ada di nomor tarung.

"Kalau nomor (seni) itu sih belum tahu ya. Soalnya persaingan di Indonesia pun kalau nomor seni lebih susah daripada tanding ya. Kalau seni mungkin kan dikuasai oleh Jabar, Jakarta. Kalau kita di tanding kan faktor luck, dan faktor kejelian saja," tutur perempuan kelahiran Kudus itu.

Safira pun berharap masih dapat dipercaya memperkuat tim nasional silat Indonesia, agar dapat diterjunkan di ajang-ajang internasional lainnya pada masa yang akan datang. Ia menuturkan rencana kejuaraan terdekat adalah Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2023 yang rencananya akan berlangsung pada akhir tahun. (*)

Foto : ANTARA/RAUF ADIPATI

Sumber Berita : Antara Editor : Safitri
#SEA Games