BACA JUGA : Pegawai Kemenag Jember yang Ditemukan Meninggal, Suka Koleksi Baju Doreng
Hal itu seperti yang diterangkan oleh Penanggung Jawab Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jember Tri Basuki. Dia menjelaskan, tim drum band Jember yang mewakili Jatim di Kejurnas berhasil meraih tiga medali emas dan dua medali perunggu. Jatim juga menduduki peringkat kedua dari 16 provinsi yang berpartisipasi di Kejurnas. "Hasil itu juga membuat kami ditunjuk menjadi wakil di ajang kualifikasi Pra PON di Yogyakarta nanti," tuturnya.
Atlet drum band yang dipersiapkan untuk Pra PON itu telah melakukan tes, serta pengukuran fisik dan gizi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim pada 27 Januari 2023 lalu. Hasilnya pun cukup memuaskan. Dari 25 atlet Jember, hanya 9 atlet yang perlu ditingkatkan. "Iya, karena sembilan atlet ini yang baru dipanggil. Kalau lainnya sudah baik, karena mereka terlibat saat di Kejurnas kemarin," imbuhnya.
Sebanyak 25 atlet drum band Jember itu nantinya akan menjalani Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jatim untuk persiapan Pra PON. Hasil Pra PON nanti, lanjutnya, apabila Jatim berhasil lolos babak kualifikasi, akan berhak berpartisipasi di PON 2024. Bila Pra PON ini lolos, maka berdampak positif untuk atlet Jember. Sebab, 50 persen tim drum band Jatim akan diisi atlet Jember. Sisanya, kata dia, akan dilakukan seleksi yang diikuti oleh atlet dari kabupaten atau kota se-Jatim. "Mudah-mudahan tidak ada halangan dan perubahan konsepnya tetap diwakili oleh Jember saat Pra PON nanti," ujarnya.
Menjadi wakil Jatim di Pra PON menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Sebab, drum band Jember memiliki kualitas yang tidak dapat diremehkan oleh daerah-daerah lainnya. Bahkan mampu bersaing di kancah nasional. Pembinaan atlet drum band perlu juga menjadi perhatian oleh semua pihak, tak terkecuali Pemkab Jember. (ben/c2/dwi) Editor : Safitri