Prof Arskal Tekankan Ilmu, Integritas, dan Dampak bagi Mahasiswa UIN KHAS

M Adhi Surya • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:45 WIB
Prof Arskal Salim membekali mahasiswa baru UIN KHAS Jember dengan konsep 3I: ilmu, integritas, dan impact.
Prof Arskal Salim membekali mahasiswa baru UIN KHAS Jember dengan konsep 3I: ilmu, integritas, dan impact.

Radar Jember – Masa kuliah tidak semestinya hanya dihabiskan untuk mengejar IPK dan ijazah. Mahasiswa perlu membangun kapasitas, menjaga integritas, sekaligus memastikan ilmu yang dipelajari bisa menjawab persoalan di tengah masyarakat. 

Pesan itu disampaikan Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, saat menjadi keynote speaker PBAK UIN KHAS Jember, Senin (31/8/2026).

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Prof. Arskal memperkenalkan konsep 3I sebagai bekal selama menjalani pendidikan tinggi. 

Baca Juga: UIN KHAS Jember Dinobatkan Jadi Kampus Unggul Berinovasi Terima Penghargaan Radar Jember Award

Tiga hal tersebut yakni ilmu, integritas, dan impact atau dampak. Menurut dia, ketiganya perlu berjalan beriringan agar mahasiswa tidak sekadar menjadi lulusan dengan nilai akademik baik.

“Ilmu, integritas, dan impact,” ujar Prof. Arskal saat menyampaikan keynote bertema Muda, Bergerak, Berdampak: Mengubah Potensi Menjadi Aksi dan Prestasi.

Ilmu, lanjut dia, menjadi fondasi utama. Mahasiswa tidak cukup hanya sibuk mengejar IPK, tetapi harus mampu memahami persoalan dan mencari jalan keluar melalui pengetahuan yang dimiliki. 

Baca Juga: UIN KHAS Jember Perluas Jejaring Akademik Global Lewat Kerja Sama dengan USIM Malaysia

Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa juga harus diikuti dengan perubahan pola pikir yang lebih kritis.

“Mulai hari ini, kalian harus belajar bertanya, masalah apa yang bisa saya pecahkan dengan ilmu saya?” tegasnya. 

Pertanyaan tersebut, menurut Prof. Arskal, penting agar proses belajar tidak berhenti di ruang kelas.

Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian. Mahasiswa baru UIN KHAS Jember diminta tidak gagap terhadap artificial intelligence (AI). 

Teknologi tersebut bisa dimanfaatkan untuk belajar, riset, kreativitas hingga membantu menyelesaikan persoalan. Penggunaannya tetap harus dibarengi etika akademik.

“Mahasiswa yang tidak mengenal AI pada hari ini akan tertinggal. Tetapi mahasiswa yang menggunakan AI tanpa etika juga akan kehilangan masa depannya,” katanya. 

Prof. Arskal mengingatkan AI semestinya menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.

Karena itu, empat tahun di perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan ijazah. 

Baca Juga: Asah Gagasan AI, Mahasiswa UIN KHAS Gelanggangi Podium Internasional

Mahasiswa perlu memiliki karya, prestasi, pengalaman organisasi, pengabdian, kemampuan digital serta penguasaan bahasa asing. 

“Saudara harus punya karya, bukan hanya tugas kuliah. Saudara harus punya prestasi. Saudara harus punya pengalaman organisasi, punya pengalaman pengabdian,” ujarnya.

Pada bagian akhir, Prof. Arskal mendorong mahasiswa UIN KHAS Jember berani menjadi pencipta inovasi dan pembuka lapangan kerja. 

“Jadilah sarjana yang membawa solusi. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi yang menciptakan pekerjaan,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa memegang empat karakter selama menempuh pendidikan, yakni cerdas, berakhlak, inovatif, dan berdampak. (dhi)

Editor : M ADHI SURYA
rektor uin khas Jember UIN KHAS Jember PBAK