Takjub dengan Tradisi Sedekah Oksigen, Mahasiswa Asing Fakultas Dakwah UIN KHAS Antusias Ikut PBAK

M Adhi Surya • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:34 WIB
TANAM POHON : Mahasiswa asing ikut berpartisipasi tanam pohon di halaman fakultas dakwah dalam kegiatan PBAK UIN KHAS Jember
TANAM POHON : Mahasiswa asing ikut berpartisipasi tanam pohon di halaman fakultas dakwah dalam kegiatan PBAK UIN KHAS Jember

Bukan hanya soal bahasa dan budaya yang berbeda. Mahasiswa asing justru menemukan pengalaman baru saat mengikuti PBAK Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, terutama ketika melihat kepedulian terhadap lingkungan. Kampus hijau dan tradisi menanam pohon menjadi kesan yang membekas bagi mahasiswa asal Afganistan tersebut.

 

LOGAT bicaranya terdengar berbeda ketika Arizo mencoba berbincang dengan mahasiswa lain. Sesekali dia tersenyum, lalu mencari kata yang tepat untuk menyampaikan maksudnya. 

Penampilannya pun cukup mencuri perhatian di tengah kerumunan peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN KHAS Jember. 

Mahasiswa asal Afganistan itu tampak menikmati setiap momen meski tak seluruh bahasa yang disampaikan bisa dipahaminya.

Baca Juga: UIN KHAS Jember Dinobatkan Jadi Kampus Unggul Berinovasi Terima Penghargaan Radar Jember Award

Arizo merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi Islam (PI). Dia menjadi salah satu mahasiswa asing yang ikut larut dalam rangkaian PBAK. 

Ada pula Bahram dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), M. Jamilu asal Nigeria yang juga mengambil KPI, serta Siti Nurhayati dari Thailand yang menempuh Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).

Perbedaan bahasa rupanya bukan alasan bagi Arizo untuk menjaga jarak. Dia tetap antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. 

Baginya, PBAK menjadi kesempatan untuk bertemu banyak orang sekaligus mengenal kehidupan akademik dan kultur masyarakat Jember. 

“I am happy to participate in this activity. I can meet many new friends and learn about Jember,” ungkapnya.

SEMANGAT : Arizo bersama rekan mahasiswa asing Fakultas Dakwah dari berbagai negara antusias mengikuti PBAK di UIN KHAS Jember, kemarin (1/9)
SEMANGAT : Arizo bersama rekan mahasiswa asing Fakultas Dakwah dari berbagai negara antusias mengikuti PBAK di UIN KHAS Jember, kemarin (1/9) (M. ADHI SURYA/JPRJ)

Tidak semua materi yang disampaikan memang dapat dipahami dengan sempurna. Arizo mengaku masih beradaptasi dengan bahasa yang digunakan dalam kegiatan. 

Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi rasa ingin tahunya. 

Justru dari interaksi langsung dengan mahasiswa lain, dia bisa mendapatkan pengalaman baru yang tidak selalu diperoleh dari ruang kelas. Kesan pertama terhadap UIN KHAS Jember juga cukup kuat. 

Baca Juga: Asah Gagasan AI, Mahasiswa UIN KHAS Gelanggangi Podium Internasional

Lingkungan kampus yang luas, nyaman, dan hijau menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatiannya. 

Pepohonan yang tumbuh di sejumlah sudut kampus membuat suasana terasa berbeda. Bagi Arizo, lingkungan seperti itu memberikan kenyamanan tersendiri untuk menjalani aktivitas akademik.

Perhatian terhadap alam menjadi bagian yang paling dia apresiasi. Merawat tumbuhan, menjaga lingkungan, hingga menanam pohon menurutnya merupakan hal luar biasa. 

Baca Juga: UIN KHAS Jember Perluas Jejaring Akademik Global Lewat Kerja Sama dengan USIM Malaysia

Kampus, kata dia, tidak hanya berbicara tentang peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. 

“I really like this campus. It is beautiful and green,” tuturnya.

Momen penghijauan yang menjadi bagian dari kegiatan PBAK di Fakultas Dakwah turut memberikan pengalaman tersendiri bagi Arizo. 

Bibit pohon yang diberikan dan ditanam menjadi simbol sederhana tentang keterlibatan mahasiswa dalam menjaga lingkungan kampus terutama dalam upaya sedekah oksigen. 

Wakil Dekan III Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Dr. Ahmad Winarno mengatakan keberadaan mahasiswa asing menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kampus. 

UIN KHAS Jember perlu memastikan mahasiswa dari berbagai negara memperoleh fasilitas dan lingkungan yang baik selama menjalani pendidikan. 

“Kehadiran mereka juga menjadi warna tersendiri di tengah kehidupan kampus,” tuturnya.

Menurut dia, pertemuan mahasiswa dari berbagai negara membuka ruang pertukaran budaya, pengalaman, dan cara pandang. 

Mahasiswa lokal tidak hanya belajar dari buku maupun ruang kuliah, tetapi juga bisa mengenal perspektif berbeda melalui pergaulan sehari-hari. 

“Kedatangan mereka membuat kehidupan kampus lebih variatif. Pertukaran budaya dan cara pandang dalam dunia pendidikan bisa semakin luas,” imbuhbya.

Meski bukan yang pertama, namun tahun ini kehadiran mahasiswa asing asal negaranya lebih bervariatif. 

Sehingga pertukaran budaya dan pengetahuan tentang literasi global semakin luas. 

“Sementara yang sudah hadir berpartisipasi ada dari Afghanistan, Nigeria dan Thailand,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam mengatakan kegiatan penanaman pohon sengaja dihadirkan dalam rangkaian PBAK untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

Secara simbolis Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam menyerahkan bibit pohon kepada Ketua Komunitas Sahabat Alam Jember, Parmuji.
Secara simbolis Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam menyerahkan bibit pohon kepada Ketua Komunitas Sahabat Alam Jember, Parmuji.

“Mahasiswa jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menanam pohon hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dari situlah kita belajar bahwa kehidupan membutuhkan kontribusi dan kepedulian kita bersama,” ujar Prof. Fawaizul.

Menurutnya, gerakan sedekah oksigen memiliki pesan moral yang kuat. Pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk dinikmati oleh mahasiswa yang sedang belajar di kampus, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

“Ketika kita menanam pohon, sebenarnya kita sedang memberikan sesuatu yang mungkin tidak langsung kita nikmati. Kita memberikan oksigen, kesejukan, dan kehidupan untuk orang lain. Inilah bentuk sedekah yang manfaatnya terus mengalir,” tambahnya.

Ia berharap aksi tersebut tidak berhenti pada kegiatan PBAK, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan mahasiswa selama berada di kampus maupun ketika kembali ke tengah masyarakat. (dhi)

Editor : M ADHI SURYA
sahabat alam Fakultas Dakwah Jember UIN KHAS Jember penanaman pohon