Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pandalungan Next-Gen, Polije dan Sanggar Seni Duplang Nusantara Siapkan Gebyar Tradisi Hybrid dari Jember Utara

Alvioniza • Selasa, 18 November 2025 | 15:00 WIB
Photo
Photo

JEMBER, RADARJEMBER – Warisan budaya Pandalungan di Jember Utara bersiap tampil dengan wajah baru. Politeknik Negeri Jember berkolaborasi dengan Sanggar Seni Budaya Ta’ Bhuta An Duplang Nusantara di Desa Arjasa melalui program “Pandalungan Next-Gen Jember Utara bersama Ta’ Bhuta An: Pertunjukan Tradisi Hybrid dan Arsip Digital Komunitas”.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh rektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun pendanaan 2025

Program ini digagas untuk menjawab menyempitnya ruang tampil, lemahnya regenerasi pelaku seni, serta minimnya dokumentasi kesenian tradisi di kawasan Jember Utara. 

Selama bebarapa bulan, tim Polije akan mendampingi komunitas Ta Bhuta An melalui tiga pilar kegiatan utama, yaitu pelatihan intensif bagi pemuda, penguatan manajemen pengurus sanggar, dan pementasan Gebyar Pertunjukan Tradisi Hybrid yang menggabungkan penonton luring di Arjasa dengan siaran langsung melalui kanal digital.

Lewat skema ini, kesenian Ta Bhuta An tidak hanya dihidupkan kembali di panggung desa, tetapi juga diarsipkan secara rapi agar bisa diakses sekolah, masyarakat, dan generasi muda kapan saja.

Ketua tim program, Dhanang Eka Putra dari Politeknik Negeri Jember, menjelaskan bahwa Pandalungan sebagai pertautan budaya Jawa dan Madura di Jember Utara menyimpan potensi besar, baik dari sisi estetika maupun identitas sosial. 

Namun dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi pertunjukan semakin jarang, dokumentasi tercecer, dan minat generasi muda mulai menurun. Program ini dirancang untuk mengubah kondisi tersebut menjadi ruang belajar, ruang ekspresi, sekaligus ruang kebanggaan bersama bagi warga Arjasa dan sekitarnya.

Photo
Photo

Pada aspek penguatan SDM, sedikitnya empat angkatan pemuda akan mengikuti kelas Ta Bhuta An yang digelar secara bertahap dalam sejumlah pertemuan intensif. Setiap angkatan menargetkan sedikitnya 25 peserta usia 15–24 tahun dengan komitmen kehadiran tinggi.

Peserta akan berlatih teknik musik, gerak, ritme hingga tata panggung, dan setiap angkatan akan menutup rangkaian pelatihan dengan sebuah showcase yang direkam untuk menjadi bagian dari arsip digital komunitas.

Di sisi lain, pengurus dan kru Ta Bhuta An akan mendapatkan tiga paket lokakarya manajemen seni-budaya, mulai dari penyusunan SOP event, perencanaan RAB, proposal sponsor dan MoU, hingga teknik produksi dan dokumentasi pertunjukan.

Melalui pelatihan ini, sanggar diharapkan memiliki tata kelola yang lebih rapi, mampu membangun jejaring dengan sekolah, desa, UMKM, dan CSR lokal, serta mandiri dalam mengelola agenda budaya tahunan. Dokumen kerja seperti SOP pertunjukan, template RAB, proposal sponsor, dan kalender kerja enam bulan akan disiapkan bersama tim kampus dan diserahkan kepada mitra.

Salah satu penguatan penting dalam program ini adalah pembangunan arsip digital komunitas. Sedikitnya 30 konten video, foto, dan sinopsis pertunjukan akan dikurasi dengan standar metadata yang jelas, kemudian diunggah ke kanal digital yang dapat diakses publik.

Booklet sinopsis yang memuat glosarium dan narasi singkat Ta Bhuta An juga disiapkan agar guru dan siswa dapat memanfaatkannya sebagai bahan ajar muatan lokal dan penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah-sekolah Jember Utara.

Puncak program akan diwujudkan dalam Gebyar Pertunjukan Tradisi Hybrid “Pandalungan Next-Gen Jember Utara bersama Ta Bhuta An”. Acara ini ditargetkan menghadirkan ratusan penonton luring di Arjasa dan menjangkau ribuan penonton lewat siaran langsung di platform digital.

Penonton akan menyaksikan repertoar Ta Bhuta An yang digarap ulang oleh para pemuda hasil pelatihan, dengan dukungan tata suara, pencahayaan, dan dokumentasi yang telah distandarkan melalui program ini.

Bagi warga yang tidak sempat hadir langsung, rekaman lengkap dan potongan highlight akan tersedia dalam playlist khusus sebagai bagian dari arsip digital komunitas.

Program “Pandalungan Next-Gen Jember Utara bersama Ta Bhuta An” juga dirancang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui pelatihan non-formal bagi remaja dan dewasa, serta SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan melalui investasi nyata pada pelestarian warisan budaya.

Sejumlah peralatan kunci produksi dan dokumentasi akan diserahkan kepada mitra di akhir program untuk memastikan sanggar tetap dapat melanjutkan latihan, pertunjukan, dan pengarsipan secara mandiri.

Dengan kolaborasi kampus, komunitas seni, pemerintah desa, sekolah, UMKM, dan media lokal, Pandalungan dari Jember Utara diharapkan tidak lagi hanya menjadi kenangan di kepala para pelaku senior, tetapi hadir sebagai pengalaman hidup yang dekat dengan keseharian generasi muda.

Gebyar Pertunjukan Tradisi Hybrid dan arsip digital komunitas Ta Bhuta An menjadi penanda bahwa panggung desa kini terhubung langsung dengan panggung digital, tanpa kehilangan akar budaya yang membesarkannya.

Editor : Alvioniza
#TRADISI #Jember #Polije #Pandhalungan