Radar Jember – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember terus memperkuat literasi dan kecintaan masyarakat terhadap Rupiah hingga ke pelosok negeri.
Melalui kegiatan “Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Tepian Negeri”, KPwBI Jember hadir di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (5/10).
Desa yang berada di ketinggian sekitar 2.100 mdpl itu dikenal sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa.
Kegiatan tersebut juga sebagai bagian dalam mendukung program Layanan Penukaran Uang Rupiah di Wilayah Low Access To Cash (LATC) tahun 2025.
Bertujuan memastikan masyarakat di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan perbankan tetap memperoleh uang Rupiah yang layak edar dalam jumlah dan jenis pecahan yang sesuai serta tepat waktu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Gunawan menjelaskan, kehadiran Bank Indonesia di wilayah LATC terutama Ranupani memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal dan ketersediaan uang Rupiah layak edar.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperluas inklusi keuangan.
Terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya tersentuh layanan perbankan formal maupun digital.
Serta, menjaga dan memitigasi risiko sosial dan keamanan.
“Karena itu, Bank Indonesia berkomitmen menjaga distribusi uang Rupiah yang efisien dan terjangkau seluruh wilayah Indonesia, terutama LATC atau kurang terlayani/underserved areas,” paparnya.
Tak hanya itu, KPwBI Jember juga memberikan edukasi CBP Rupiah kepada masyarakat setempat.
Edukasi ini menekankan pentingnya merawat uang Rupiah agar masa edarnya lebih lama, mengenali ciri keaslian uang, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Dalam kegiatan tersebut, KPwBI jember juga menghadirkan permainan edukatif interaktif untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai dan makna Rupiah.
Kegiatan di Ranupani tersebut turut disinergikan dengan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang menggandeng BPD Jatim Cabang Lumajang.
Program nasional yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Agar generasi muda terbiasa menabung dan mengenal layanan keuangan sejak dini.
Pimpinan Cabang BPD Jatim Lumajang Lely Aryandhini juga menyampaikan makna Rupiah sebagai simbol persatuan bangsa.
Melalui gerakan CBP Rupiah, masyarakat diajak untuk semakin menghargai dan menjaga mata uang sendiri.
“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk cinta Rupiah dengan merawat dan menggunakannya secara bijak, bangga karena setiap lembar Rupiah menggambarkan pahlawan dan kekayaan negeri. Serta paham dalam memanfaatkannya secara cerdas di era digital,” terang Lely.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Lumajang Yudha Aji Kusuma memberikan penghargaan kepada KPwBI Jember sebagai Mitra Terbaik dalam memberikan Literasi Keuangan, perbankan, dan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah kepada siswa dan masyarakat di Wilayah LATC Kabupaten Lumajang.
“Di tengah tantangan global, Rupiah bukan hanya alat tukar, tapi juga alat perjuangan,” tegasnya.
Yudha mengungkapkan bahwa melalui kegiatan tersebut masyarakat diajak untuk mencintai Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa.
Bangga terhadap Rupiah sebagai alat pemersatu ekonomi. Serta memahami Rupiah sebagai fondasi literasi keuangan dan penguatan UMKM.
Ketika masyarakat mencintai dan memahami Rupiah, pada saat yang sama mereka sedang memperkuat ketahanan ekonomi lokal dan nasional.
Editor : Imron Hidayatullahh