Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Politeknik Negeri Jember Jalin Sinergitas dengan Pemdes Suco, Bantu Petani Terapkan Smart Branding

M. Ainul Budi • Rabu, 8 Oktober 2025 | 19:04 WIB
Photo
Photo

radar jember - Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menunjukkan komitmennya sebagai Perguruan Tinggi yang unggul di bidang vokasi.

Hal ini ditunjukkan dengan kolaborasi bersama Pemerintah Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ditahun 2025, Polije membantu kelompok petani agar mampu menerapkan Smart Branding pada produk-produk unggulan di desa suco khususnya kopi.

Ketua pelaksanan PkM, Choirul Huda, S.Kom., M.Kom., menuturkan bahwa penerapan teknologi digital merupakan langkah penting agar petani mampu memperluas jangkauan pasar sehingga dapat menyentuh konsumen secara langsung.

“Pemanfaatan digitalisasi bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi kebutuhan agar kopi lokal dapat bersaing dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.

Photo
Photo

Program bertema Transformasi Digital UMKM ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah desa khususnya para petani kopi yang secara langsung menghadiri kegiatan.

Kepala Desa Suco, H. Taufik Hidayat menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Polije.

“Kegiatan ini membuka pandangan baru bagi petani kami, agar biji kopi tidak lagi dijual dengan harga rendah kepada tengkulak” katanya.

Selain membantu penguatan branding, tim PkM Polije juga memberikan pelatihan mengenai pengolahan pascapanen dan strategi pemasaran digital.

Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong petani berinovasi dari menjual biji kopi mentah (green beans) menjadi produk olahan yang siap dikonsumsi seperti biji kopi yang sudah disangrai (roasted bean) atau bubuk kopi (ground coffee).

Hal ini bertujuan agar produk kopi memiliki nilai jual tinggi untuk meningkatkan perekonomian warga.

Salah satu pemateri, Annisa Lutfi Alwi, M.Sc., yang merupakan dosen bidang coffee processing, menekankan pentingnya pemahaman pengolahan kopi agar memiliki nilai jual tinggi.

Apalagi kopi robusta jember memiliki kualitas ekspor jika mampu diolah dengan baik.

Photo
Photo

“Petani harus mampu mengolah kopi secara mandiri dan tidak perlu menjual dalam bentuk green bean agar bisa memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, tim PkM Polije menyerahkan bantuan berupa satu unit mesin pemecah kopi kepada Kelompok Tani Kopi didesa suco.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu peningkatan kapasitas produksi dan kualitas hasil olahan kopi di Desa tersebut.

Ketua Kelompok Tani, Bambang Heru Sukarwan, menyambut baik inisiatif ini.

“Pendampingan dari Polije memberi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan usaha kopi, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menuju pasar nasional dan internasional,” ungkapnya dengan antusias.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, Polije menegaskan perannya sebagai institusi vokasi yang mampu menghubungkan teori dengan praktik di lapangan.

Program PkM tersebut bukan hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga langkah nyata dalam memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri, inovatif, dan kompetitif di era digital.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Pemdes #Petani #Polije