Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Polije Aktif Optimalisasi Pengelolaan Destinasi Wisata Desa Sidomulyo Jember melalui Perbaikan Praktik Community-Based Tourism

Radar Digital • Senin, 28 Oktober 2024 | 14:10 WIB
Photo
Photo

TEGALBOTO.Radar Jember - Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai perguruan tinggi vokasional menaruh perhatian serius pengembangan wisata di wilayah perdesaan. Wisata perdesaan kini semakin diminati sebagai wisata alternatif untuk ikut menunjang pembangunan. Pemandangan, budaya dan kehidupan khas desa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan khususnya yang tinggal di perkotaan. Desa Sidomulyo di Kecamatan Silo merupakan sebuah destinasi wisata perdesaan Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Posisi Desa Sidomulyo yang berada di ketinggian sedang, destinasi wisata ini memiliki udara yang sejuk, serta beragam potensi alam antara lain mata air Sendang Tirto Gumitir, sawah, dan perkebunan kopi. Desa Sidomulyo terkenal sebagai penghasil kopi robusta terbaik (fine robusta) di Kabupaten Jember.

Kopi Robusta Sidomulyo selama ini diekspor ke India, beberapa negara Eropa dan Amerika (5). Pada tahun 2017, Desa Sidomulyo mulai mengembangkan aktivitas wisata dalam bentuk desa wisata yang dikelola oleh BUMDES Sidomulyo dipimpin oleh Direktur Utama yang bertanggungjawab langsung kepada Kepala Desa selaku Komisaris.

Photo
Photo

Dibawah Direktur utama terdapat Direktur Keuangan, Direktur SDM dan Pemasaran, dan Direktur Unit Usaha. Masing-masing direktur memimpin anggota sesuai bidang kerjanya. Mayoritas anggota BUMDES Sidomulyo adalah pemuda usia produktif 20-40 tahun. Penaggung jawab kegiatan ini adalah ketua LP3M Polije Dr. Ir. Hariadi Subagja, S.Pt., M.P., IPM.)

Hasil observasi pra kegiatan yang didukung oleh riset Tim Pengusul Tim Pengabdian Polije dengan judul “Analysis of The Implementation of Community-Based Tourism in Sidomulyo Tourism Vilage” menunjukkan BUMDES Sidomulyo menghadapi beberapa permasalahan. Di bagian hulu usaha, BUMDES Sidomulyo belum mengemas atraksi yang dimiliki menjadi paket wisata terintegrasi.

Dengan kata lain, BUMDES Sidomulyo masih mengalami keterbatasan dalam mengembangkan paket wisata. Saat ini, atraksi dikelola oleh individu-individu tertentu sehingga pendapatan wisata hanya masuk kepada pemilik masing-masing-masing atraksi. Keterbatasan ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap keberlanjutan Desa Wisata Sidomulyo.

Sebab, pengelola belum menyediakan suatu produk wisata yang mampu mengoptimalkan pengalaman wisatawan.

Sementara itu, di bagian hilir usaha, BUMDES Sidomulyo menghadapi masalah terkait aktivitas pemasaran yang belum optimal.

Photo
Photo

Hal ini ditandai dengan kurangnya keaktifan pengelola dalam mempromosikan Desa Wisata Sidomulyo melalui media sosial dan tidak adanya kerjasama dengan operator tur lokal maupun eksternal.

Website yang telah tersedia pun belum cukup memberikan informasi informatif tentang atraksi wisata di Desa Wisata Sidomulyo.
Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan kemampuan menyusun paket wisata terhadap mitra BUMDES Sidomulyo melalui Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Sehingga mendorong mereka secara aktif menciptakan inovasi paket wisata yang menarik.

Kegiatan ini juga ditunjang dengan pemberian materi tentang cara merumuskan scenario pengembangan destinasi pariwisata, menggunakan alat bisnis dan teknologi, mengelola rencana bisnis, mengembangan pendekatan operasional, mengidentifikasi situasi sumberdaya, mengelola sumber daya manusia, menyiapkan informasi wisata, dan memperbarui pengetahuan tentang pariwisata.

Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian oleh tim Polije dengan memberikan sosialisasi, fasilitasi, dan pendampingan kepada mitra BUMDES Sidomulyo. Khususnya mengenai pengelolaan produk destinasi, pengelolaan pengunjung, pemasaran destinasi serta hubungan pelibatan dan pengembangan SDM masyarakat.

“Kegiatan ini dilaksanakan 25 Oktober 2024 di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember,” ungkap Ketua tim pengusul program pengabdian Polije Peni Arianita Wardani, S.E., M.Sc. Dengan didampingi dua dosen Polije lainnya, yaitu Muhamad Farhan, S.Par., M.Sc dan Nur Afni Rachman, S.I.Kom., M.Med.Kom. Dengan mengundang narasumber dari pengelola Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarte, Bapak Sugeng Handoko. (ika)

Editor : Radar Digital
#Jember #Polije Jember #Polije