Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Visitasi Pendidikan Dokter Spesialis di Jember Dimulai

Safitri • Senin, 20 Maret 2023 | 17:56 WIB
MENINJAU: Asesor dari KIBI, dr Bermansyah SpB FCSI BTKV(K) VE (tengah), saat meninjau ke beberapa ruangan RSD dr Soebandi.
MENINJAU: Asesor dari KIBI, dr Bermansyah SpB FCSI BTKV(K) VE (tengah), saat meninjau ke beberapa ruangan RSD dr Soebandi.
PATRANG, Radar Jember - Tonggak sejarah akan segera dimulai bagi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Jember. Sebab, Fakultas Kedokteran Universitas Jember bersama RSD dr Soebandi akan membuka PPDS bedah. Hal itu ditandai dengan visitasi Kolegium Ilmu Bedah Indonesia (KIBI) ke RSD dr Soebandi yang akan menjadi lokasi PPDS bedah FK Unej, Sabtu (18/3).

BACA JUGA : Buat Pentol, Gugah Skill Entrepreneur, Inovasi Sistem Belajar di Sukowono

Dibukanya PPDS FK Unej berarti menjawab kebutuhan dokter spesialis. Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin juga pernah menyampaikan jumlah dokter spesialis masih kurang dan mendorong untuk membuka serta memperbanyak PPDS. Selain itu, Bupati Jember Hendy Siswanto juga mendorong agar ada pendidikan dokter spesialis di Jember. Komitmen tersebut juga ditandai dengan pendatangan MoU RSD dr Soebandi dengan FK Unej, 22 Februari 2023.

Wakil Direktur Bidang SDM dan Diklit RSD dr Soebandi dr Wiwik Supartiwi MKes, yang mewakili Direktur RSD dr Soebandi, mengatakan,  RSD dr Soebandi adalah rumah sakit tipe B pendidikan, sehingga dibukanya PPDS bedah FK Unej itu sejalan dengan visi RSD dr Soebandi. Yaitu mengedepankan pendidikan dan pelayanan. Dalam PPDS nanti, pendidikan praktik lapangan berada di RSD dr Soebandi.

Wiwik juga menyampaikan sambutan Bupati Jember Hendy Siswanto yang berhalangan hadir. Pendidikan dokter spesialis mempunyai kekhususan tersendiri dalam mencetak tenaga kesehatan ahli yang dibutuhkan masyarakat. Sebagai upaya menjaga standar mutu dokter spesialis bedah, pendirian PPDS perlu melibatkan organisasi profesi melalui KIBI. "Bupati mohon maaf tidak bisa hadir, karena sedang umrah. PPDS ini sebenarnya juga menjadi cita-cita bupati," papar Wiwik.

Menurut bupati, kegiatan KIBI bertujuan sebagai penilaian standardisasi FK Unej dan RSD dr Soebandi yang dijadikan wahana PPDS bedah. Agar memperoleh rekomendasi pendirian PPDS bedah.

Dekan FK Unej dr Ulfa Elfiah  MKes SpBP-RE (K) mengatakan, PPDS ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Jember, khususnya FK Unej dan RSD dr Soebandi sebagai rumah sakit pendidikan. Dia menjelaskan bahwa Menkes RI juga mendorong untuk membuka PPDS. Sebab, jumlah dokter spesialis di Indonesia masih kurang.

Sementara rasio jumlah dokter spesialis bedah dengan penduduk Indonesia 1:111 ribu. Apalagi jumlah kasus operasi di RSD dr Soebandi cukup besar dan terus meningkat tiap tahun. Pada 2022 operasi kecil di RSD dr Soebandi mencapai 124 kasus.

Dia mengungkapkan, PPDS dokter bedah ini sudah cukup lama persiapannya. Setidaknya dimulai tahun 2017 lalu. "Pada saat rapat senat kami sampaikan keinginan membuka PPDS bedah. Keinginan itu juga disambut baik oleh Pemkab Jember," ungkapnya.

Sementara, asesor dari KIBI, dr Bermansyah SpB FCSI BTKV(K) VE, pihaknya sudah membaca dokumen yang telah diberikan untuk selanjutnya dipelajari. Hambatan besar pada umumnya dalam membuka PPDS adalah dari rektorat sampai ke Dirjen Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI. "Harapan jangan sampai luntur dengan adanya hambatan," pesannya.

Dalam visitasi tersebut terdapat empat dokter spesialis bedah dari KIBI. Mulai dari dr Bermansyah, dr Nurcahya Setyawan SpB Subsp BD (K), Dr dr Ibrahim Labeda SpB Subsp BD (K) FCSI, dan dr Achmad Yani SpB Subsp Ped (K). (ika/c2dwi) Editor : Safitri
#RS dr Soebandi