BACA JUGA : Ini Syarat Second Home Visa, WNA Bisa Menetap di Indonesia Hingga 10 Tahun
Ayam lokal mempunyai keragaman produktivitas yang tinggi, sehingga mempunyai potensi untuk dilakukan seleksi untuk memilih ayam-ayam yang lebih tinggi produksi telur (tipe petelur) dan berat pertumbuhan bobot badannya (tipe pedaging). Potensi genetik unggas lokal Indonesia yang memiliki nilai ekonomis yang nampaknya belum tergali keunggulannya, karena kurangnya atau belum adanya usaha-usaha seleksi untuk sifat-sifat tersebut kemudian di upgrading mutu genetiknya. Upaya seleksi ini tentunya tidak mudah dilaksanakan karena perlu ketekunan dan pengawasan, demikian juga untuk peningkatan mutu genetiknya.
Upaya peningkatan mutu ayam lokal memang perlu digalakan terus, mengingat bahwa ayam lokal kita mempunyai potensi yang dapat diangkat menjadi salah satu ayam ras lokal dengan produktivitas lebih baik. Sehingga suatu saat dapat mensubstitusi kebutuhan domestik daging dan telur ayam ras impor. Pengembangan usaha ternak ayam lokal masih sangat rentan untuk keberlanjutannya, karena sumber anak ayam umur sehari atau Day old Chick (DOC) masih terbatas. Masih rendahnya aspek pemberdayaan peternak dan kurang tersedianya lembaga penjamin usaha merupakan salah satu kendala dalam program pengembangan agribisnis ayam lokal. Berdasarkan hal tersebut, maka Politeknik Negeri Jember sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi (DIKSI) terpanggil untuk pengembangan ayam lokal tersebut dengan membentuk Teaching Factory (TeFa) yaitu TeFa hatchery untuk menyediakan DOC ayam kampung super.
Saat ini ayam kampung super mulai dikembangkan di TeFa Hatchery Politeknik Negeri Jember (Polije) yang diarahkan pada ayam yang memiliki keunggulan produksi daging. Polije telah mengembangkan bibit ayam kampung super umur sehari (DOC) melalui program pemulihan dan seleksi dengan mengaplikasikan upgrading galur pejantan dengan menggunakan pejantan Bangkok, Gaok, Pelung yang disilangkan dengan betina ras petelur melalui Inseminasi Buatan (IB). Kegiatan tersebut telah menghasilkan ayam kampung super yang disiapkan untuk memasok kebutuhan peternak ayam kampung di sekitar Jember.
Program upgrading di TeFa Hatchery Politeknik Negeri Jember awalnya dengan cara menyilangkan ayam pejantan lokal dan ayam ras petelur. Kemudian menyilangkan kembali keturunannya yang diperoleh dengan pejantan awal untuk memperoleh karakteristik fenotifik ayam kampung super.
Pelaksanaan program upgrading di TeFa Hatchery Politeknik Negeri Jember dilakukan melalui sistem perkawinan buatan yaitu dengan IB. Pelaksanaan IB tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penggunaan pejantan yang ada. Keuntungan lain IB dibandingkan perkawinan secara alami dalam pengadaan anak ayam adalah memungkinkan dilakukannya seleksi dan persilangan antar induk yang memiliki mutu genetik unggul, sehingga dapat dihasilkan DOC unggul untuk tujuan tertentu (telur, daging atau keduanya). Memungkinkan dilakukannya persilangan bagi ayam jantan unggul yang sulit melakukan perkawinan secara alami, menghasilkan DOC dalam jumlah banyak, seragam dan dengan waktu relatif singkat.
Pelaksanaan IB untuk menghasilkan ayam kampung super yang dilakukan di TeFa Hatchery Politeknik Negeri Jember ditangani oleh tenaga yang terlatih. Mereka mendapatkan pelatihan intensif dalam upaya memperoleh DOC ayam kampung super yang unggul, yaitu mulai dari penanganan dan perawatan pejantan dan betina induk yang baik, cara penampungan semen, pengenceran semen, IB, dan cara menetaskan telur yang dihasilkan dari proses IB tersebut. IB pada ayam adalah teknik persilangan secara buatan dengan memasukkan sperma ayam jantan yang telah diencerkan dengan NaCl Fisiologis ke dalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang berproduksi. Pelaksanaan 1B dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan potensi reproduksi ayam jantan dan betina untuk menghasilkan telur tetas, meningkatkan produksi DOC yang seragam dalam waktu relatif singkat.
Perbaikan mutu genetik ayam melalui optimalisasi penggunaan mesin tetas sangat diperlukan untuk menghasilkan day old chick (DOC) dalam jumlah banyak pada waktu yang bersamaan. Pengaplikasian mesin tetas dapat menunjang produksi DOC menjadi lebih efektif dan efisien, oleh karena itu pada kegiatan ini diadakan pelatihan operasional mesin tetas.
Berbekal tenaga kerja terlatih dengan jumlah sumber daya ternak bibit dan peralatan yang ada (terbatas), pada saat ini Teaching Factory Hatchery Politeknik Negeri Jember sudah mulai memasarkan DOC ayam kampung super dengan periode seminggu sekali yaitu setiap hari senin dan sudah siap memenuhi permintaan telur tetasnya.
*Tim penulis: Dr. Ir. Ujang Suryadi, MP., IPM. sebagai ketua kemudian anggota Ir. Budi Prasetyo, S.Pt., MP., IPM dan Agus Hadi Prayitno, S.Pt., M.Sc. merupakan dosen Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember. Editor : Safitri