Direktur Polije Saiful Anwar STP, MP, mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut dapat memperkuat usulan tercetusnya program studi baru, produksi media, yang akan segera direalisasikan. Tak hanya sampai di sini, jalinan komunikasi dan kerjasama itu juga akan terus berlanjut.
“Kedepannya, mahasiswa yang ada dalam program studi produksi media diharapkan beberapa tahun ke depan dapat terjun di enam perusahaan media mitra Polije. Seperti dalam hak program magang atau PPL, bahkan bekerja,” ujar Saiful.
BACA JUGA: Dosen dan Mahasiswa Polije Ciptakan Smart Irigasi, Bantu UMKM Agrikultur
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menyampaikan, MoU ini bukan hanya dalam promosi program, produk atau kegiatan saja. Namun, juga ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan MoU. Salah satunya penempatan magang mahasiswa.
“Selain itu, praktisi juga bisa dijadikan dosen tamu di sana, kemudian untuk menyusun kurikulum bersama,” katanya.
Menurutnya, sinergisitas antara perusahaan media dengan lembaga pendidikan adalah keharusan. Sebab, kerjasama ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kedua pihak. Setelah dilakukan MoU, maka langkah selanjutnya adalah Perjanjian Kerja Sama (PKS). "Di sini butuh yang namanya kerjasama yang bisa membawa manfaat," paparnya.
Dalam kerjasama ini, Polije juga menggandeng enam perusahaan media lainnya. Proses penandatanganan nota kesepahaman itu, dilakukan secara berurutan oleh berbagai pimpinan perusahaan media mitra Polije. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal