30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Dosen dan Mahasiswa Polije Ciptakan Smart Irigasi, Bantu UMKM Agrikultur

Melalui Program Pengabdian Masyarakat Tahun 2022

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Memiliki hidup sehat merupakan dambaan semua orang, terutama pasca pandemi Covid-19. Masyarakat berlomba untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Mulai dari berolahraga secara rutin, seperti pergi ke pusat kebugaran (fitness), jogging hingga bersepeda. Namun berolahraga saja tidak cukup, tubuh harus diimbangi dengan makanan yang sehat, terutama sayur dan buah-buahan. Hal ini perlu diperhatikan karena di balik badan yang kuat ada nutrisi seimbang yang menjadi asupannya.

Untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran sangat mudah. Masyarakat dapat pergi ke pusat perbelanjaan dan ke pasar-pasar tradisional, atau bahkan cukup menunggu penjual sayur keliling. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah buah dan sayur tersebut benar-benar sehat dan bebas dari bahan kimia berbahaya? Saat ini, kekhawatiran itu muncul di tengah-tengah masyarakat sehingga banyak yang beralih mengonsumsi buah dan sayuran organik.

Sejalan dengan hal tersebut, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggandeng mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang agriculture, yaitu DOT.Garden.Id. Mulai tahun 2020, UMKM yang berlokasi di Lingkungan Kaliwining, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember ini, memulai usahanya dan telah membudidayakan sayur dan buah organik. Di antaranya kangkung, daun bawang prei, daun mint, bunga telang, bayam brazil, selada romaine, kailan, pakcoy, kale, sawi, bit dan seledri.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Penerapan Auto Diagnostics Scanner Mobil Injeksi di Bengkel Udy Teknik

Mengusung tema kemandirian pangan, berkebun organik dan zero waste, DOT.Garden.Id mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pasar. Pelanggannya tidak hanya dari kalangan rumah tangga, namun juga warung-warung makan yang kini mulai bangkit pasca pandemi.

Selama proses penanaman, DOT.Garden.Id masih menggunakan tenaga manusia secara manual. Hal ini menyebabkan hasil produksi menjadi fluktuatif, karena pemberian air dan pupuk organik tidak terpantau dengan baik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Memiliki hidup sehat merupakan dambaan semua orang, terutama pasca pandemi Covid-19. Masyarakat berlomba untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Mulai dari berolahraga secara rutin, seperti pergi ke pusat kebugaran (fitness), jogging hingga bersepeda. Namun berolahraga saja tidak cukup, tubuh harus diimbangi dengan makanan yang sehat, terutama sayur dan buah-buahan. Hal ini perlu diperhatikan karena di balik badan yang kuat ada nutrisi seimbang yang menjadi asupannya.

Untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran sangat mudah. Masyarakat dapat pergi ke pusat perbelanjaan dan ke pasar-pasar tradisional, atau bahkan cukup menunggu penjual sayur keliling. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah buah dan sayur tersebut benar-benar sehat dan bebas dari bahan kimia berbahaya? Saat ini, kekhawatiran itu muncul di tengah-tengah masyarakat sehingga banyak yang beralih mengonsumsi buah dan sayuran organik.

Sejalan dengan hal tersebut, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggandeng mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang agriculture, yaitu DOT.Garden.Id. Mulai tahun 2020, UMKM yang berlokasi di Lingkungan Kaliwining, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember ini, memulai usahanya dan telah membudidayakan sayur dan buah organik. Di antaranya kangkung, daun bawang prei, daun mint, bunga telang, bayam brazil, selada romaine, kailan, pakcoy, kale, sawi, bit dan seledri.

BACA JUGA: Penerapan Auto Diagnostics Scanner Mobil Injeksi di Bengkel Udy Teknik

Mengusung tema kemandirian pangan, berkebun organik dan zero waste, DOT.Garden.Id mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pasar. Pelanggannya tidak hanya dari kalangan rumah tangga, namun juga warung-warung makan yang kini mulai bangkit pasca pandemi.

Selama proses penanaman, DOT.Garden.Id masih menggunakan tenaga manusia secara manual. Hal ini menyebabkan hasil produksi menjadi fluktuatif, karena pemberian air dan pupuk organik tidak terpantau dengan baik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Memiliki hidup sehat merupakan dambaan semua orang, terutama pasca pandemi Covid-19. Masyarakat berlomba untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Mulai dari berolahraga secara rutin, seperti pergi ke pusat kebugaran (fitness), jogging hingga bersepeda. Namun berolahraga saja tidak cukup, tubuh harus diimbangi dengan makanan yang sehat, terutama sayur dan buah-buahan. Hal ini perlu diperhatikan karena di balik badan yang kuat ada nutrisi seimbang yang menjadi asupannya.

Untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran sangat mudah. Masyarakat dapat pergi ke pusat perbelanjaan dan ke pasar-pasar tradisional, atau bahkan cukup menunggu penjual sayur keliling. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah buah dan sayur tersebut benar-benar sehat dan bebas dari bahan kimia berbahaya? Saat ini, kekhawatiran itu muncul di tengah-tengah masyarakat sehingga banyak yang beralih mengonsumsi buah dan sayuran organik.

Sejalan dengan hal tersebut, Politeknik Negeri Jember (Polije) menggandeng mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang agriculture, yaitu DOT.Garden.Id. Mulai tahun 2020, UMKM yang berlokasi di Lingkungan Kaliwining, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember ini, memulai usahanya dan telah membudidayakan sayur dan buah organik. Di antaranya kangkung, daun bawang prei, daun mint, bunga telang, bayam brazil, selada romaine, kailan, pakcoy, kale, sawi, bit dan seledri.

BACA JUGA: Penerapan Auto Diagnostics Scanner Mobil Injeksi di Bengkel Udy Teknik

Mengusung tema kemandirian pangan, berkebun organik dan zero waste, DOT.Garden.Id mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pasar. Pelanggannya tidak hanya dari kalangan rumah tangga, namun juga warung-warung makan yang kini mulai bangkit pasca pandemi.

Selama proses penanaman, DOT.Garden.Id masih menggunakan tenaga manusia secara manual. Hal ini menyebabkan hasil produksi menjadi fluktuatif, karena pemberian air dan pupuk organik tidak terpantau dengan baik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/