Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fikes Unmuh Jember Lakukan Pendampingan ke Bumil dan Balita 

Safitri • Rabu, 24 Agustus 2022 | 01:00 WIB
DAMPINGI MASYARAKAT: Mahasiswa Fikes Unmuh Jember tengah monitoring tinggi badan anak di Kantor Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Rabu, 13 Juli lalu.
DAMPINGI MASYARAKAT: Mahasiswa Fikes Unmuh Jember tengah monitoring tinggi badan anak di Kantor Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Rabu, 13 Juli lalu.
SUMBERSARI, Radar Jember - Kasus angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) dan stunting di Jember cukup tinggi. Tahun 2020 lalu pernah menduduki peringkat tertinggi di Jatim, dengan 61 kematian ibu dan 324 kematian bayi. Kemudian, prevalensi stunting atau gizi buruk tahun 2019 di Jember mencapai 37,94 persen. Terbesar ketiga setelah Kabupaten Probolinggo 54,75 persen dan Kabupaten Trenggalek 39,88 persen. Terkait hal itu, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melakukan upaya menurunkan AKI, AKB, dan stunting.

BACA JUGA : Mengeluh Sakit Lambung, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Salah satunya pendampingan ke masyarakat di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, melalui program Model Belajar Kontekstual Membangun (MBKM) Desa. Beberapa muatan program itu meliputi diskusi kelompok di kantor desa sebagai wadah pembelajaran kesehatan mengenai ibu dan anak. Sedikitnya, ada 11 kader kesehatan yang dilibatkan, diberikan materi tentang monitoring tumbuh kembang kesehatan ibu dan anak. Selain itu, ada edukasi fakta dan mitos yang berkembang di masyarakat. Observasi lapangan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat yang terkena kasus stunting, sekaligus mengkaji kesehatan ibu hamil beserta keluarganya juga dilaksanakan.

Ketua Pelaksana MBKM Desa Fikes Unmuh Jember Dr Nikmatur Rohmah mengungkapkan, program kesehatan ibu dan anak di Desa Kemuning Lor cukup relevan dengan program kesehatan pada Pembelajaran Ilmu Keperawatan di Unmuh Jember. "Hal itu dinilai menjadi peluang bagi mahasiswa sekaligus tantangan karena akses ke lokasi yang cukup sulit dijangkau," katanya.

Selain itu, kegiatan juga dikemas dalam bentuk kolaborasi antara departemen anak dan maternitas di Posyandu Manggis 11 dan 12, 3–4 Agustus, yang digagas Dr Nikmatur Rohmah dan Ns Awatiful Azza. Kegiatan itu mendapat dukungan tim MBKM Desa, Ilanka Cahya Dewi MT, dengan melibatkan mahasiswa S-1 semester empat dan delapan Fikes Unmuh Jember.

Beberapa bentuk kegiatan kolaborasi itu antara lain, sosialisasi tentang pentingnya menjaga kehamilan, pemeriksaan ibu hamil, dan deteksi risiko kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil, stunting pada balita, pembuatan oralit, sosialisasi tentang bahaya perkawinan usia muda, dan kesehatan reproduksi. "Penanggulangan AKI, AKB, dan stunting membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat. Termasuk di antaranya perguruan tinggi," kata Nikmah.

Dia menambahkan, selama kegiatan, bidan dan kader terlibat aktif mendampingi ibu-ibu posyandu. Hal itu menambah semangat tim MBKM Desa untuk terus menyuarakan kesehatan ibu dan anak di masyarakat. Selain itu, membantu pemerintah daerah menurunkan AKI, AKB, dan stunting. (ika/c2/mau)

  Editor : Safitri
#Unmuh Jember