BACA JUGA : Tuai Protes, Trayek Baru Ajung-Arjasa Via JSG Ditunda
Zainudin mengatakan, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Jember menjadi 10 besar dalam kandidat Paritrana Award. Angka coverage kepesertaan BPJAMSOSTEK Jember saat ini bagi pekerja formal telah mencapai 50 persen. Dirinya terus mendukung dan berharap agar Kabupaten Jember bisa menjadi kabupaten pertama di Jawa Timur yang bisa meraih universal coverage (perlindungan menyeluruh).
Dolik Yulianto selaku Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Jember memaparkan bahwa saat ini total 67.362 pekerja aktif di Kabupaten Jember terkaver BPJAMSOSTEK dan pembiayaannya telah selesai didanai oleh APBD Kabupaten Jember. Pekerja aktif tersebut terdiri atas beberapa sektor kepesertaan seperti non-ASN, honorer GTT/PTT, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan RT/RW. Selain itu, tercakup juga pekerja rentan seperti petugas kebersihan, juru parkir, pengemudi ambulans, kader posyandu, guru mengaji, petani, dan nelayan. “Ini merupakan bagian dari kerja nyata Pemkab Jember. Kami sangat mengapresiasi. Terlebih, kepada Bapak Hendy sebagai Bupati Jember yang sangat care dan peduli akan kesejahteraan warganya,” paparnya.
Bupati Hendy menjelaskan, Pemkab Jember terus berusaha agar dapat memberikan proteksi dengan cakupan lebih luas. Sebab, keikutsertaan BPJAMSOSTEK esensinya wajib guna memproteksi diri dan keluarga untuk memberikan jaminan keselamatan atas kecelakaan dan kematian yang diakibatkan oleh risiko pekerjaan. “Selain menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial, juga memberikan bantuan bagi ahli waris yang ditinggalkan, dan memindahkan risiko pembiayaan keselamatan kerja kepada BPJAMSOSTEK,” terang Hendy. (ika/c2/dwi)
Editor : Safitri