Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akhirnya PWI dan Hotman Paris Berujung 86

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Akhirnya PWI dan Hotman Paris Berujung 86
Akhirnya PWI dan Hotman Paris Berujung 86

Advertisement

RADAR JEMBER - Awalnya petantang-petenteng. Seolah tak ada takutnya. Dia bilang, walau Hotman sudah minta maaf, tetap dilaporkan ke polisi, karena telah melecehkan profesi wartawan. Netizen pada semangat menunggu Hotman di-BAP. Razman pun tersenyum. Eh…ujungnya 86. Ujungnya, damai itu indah. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Kasus PWI versus Hotman Paris menjadi contoh paling segar. Awalnya panasnya bukan main. Semua seolah memberi sinyal bahwa perkara ini akan dibawa sampai garis akhir. Setelah Hotman melontarkan kalimat "Lu punya otak nggak sih?" kepada seorang wartawan di Kejaksaan Agung, PWI bergerak cepat. Laporan polisi pun masuk ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/5291/VII/2026/SPKT/Polda Metro Jaya menggunakan Pasal 242 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Publik dibuat percaya bahwa ini bukan perkara yang akan selesai hanya dengan kata "maaf".

Narasinya tegas. Walaupun meminta maaf, proses hukum tetap berjalan. Kalimat itu meluncur kencang, membuat netizen ikut memanaskan mesin komentar. Timeline penuh perdebatan. Ada membela wartawan, ada membela Hotman. Semua merasa serial ini bakal panjang.

Advertisement

Belum lagi sebelumnya publik juga disuguhi cerita, Hotman Paris sedang mengalami saraf kejepit, harus menjalani perawatan di Singapura. Sempat tampil di hadapan wartawan ia terlihat duduk di kursi roda. Banyak orang bersimpati dan mendoakan kesembuhannya.

Lalu... plot twist bekerja lebih cepat dari kereta Whoosh. Selasa, 28 Juli 2026, Hotman ternyata sudah duduk santai di Jakarta. Bukan di ruang perawatan, melainkan satu meja bersama Ketua Umum PWI Akhmad Munir dengan dimediasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Mereka berjabat tangan, tersenyum, lalu berfoto bersama. Dasco mengunggah momen itu dengan caption sederhana, "Persatuan Indonesia."

Netizen pun mulai bercanda. "Wah, terapi terbaik ternyata bukan rumah sakit, tapi meja makan." Tentu itu hanyalah satire. Kondisi kesehatan seseorang bisa membaik seiring waktu, sehingga kehadiran Hotman di Jakarta tidak berarti bertentangan dengan kabar sebelumnya.

Advertisement

Dalam pertemuan itu, Hotman menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Ia menegaskan, ucapannya ditujukan kepada individu yang bertanya, bukan kepada profesi wartawan secara keseluruhan. Akhmad Munir menerima permintaan maaf tersebut. PWI pun menyatakan akan mencabut laporan polisi.

Dan... tamat. Cepat sekali. Netizen sudah terlanjur membeli "tiket emosi" merasa seperti penonton yang dijanjikan final tinju 12 ronde, tetapi begitu bel berbunyi, kedua petinju malah saling berpelukan.

Di sinilah rasa kecewa sebagian publik muncul. Bukan karena perdamaian adalah sesuatu yang buruk. Justru damai selalu lebih baik dari permusuhan. Yang dipersoalkan adalah dramatisasi sejak awal membuat publik merasa diajak masuk ke arena pertarungan besar, tetapi akhirnya hanya menyaksikan ending selesai lewat satu kali jabat tangan.

PWI tentu berhak menentukan langkah hukumnya, termasuk mencabut laporan jika menganggap persoalan telah selesai. Namun di ruang publik, keputusan itu juga memunculkan komentar sinis dari sebagian netizen yang merasa narasi keras sebelumnya berujung antiklimaks. Mereka menilai drama sempat memanas justru meninggalkan kesan, publik telah diajak ikut larut dalam konflik yang akhirnya berakhir damai.

Advertisement

Artikel Terkait

Prabowo Tuduh Wartawan “Londo Ireng” AJI Tuntut Minta Maaf, PWI Diam

Prabowo Tuduh Wartawan “Londo Ireng” AJI Tuntut Minta Maaf, PWI Diam

Ada bilang, sebaiknya Prabowo jangan dikasih pidato, bisa panas negeri ini. Terbaru, begitu dikasih microphone, ia langsung menuduh wartawan, jurnalis, pengamat, LSM sebagai londo ireng. Untuk sementara AJI minta RI-1 mi

Komentar Pedas Hotman Paris Kepada Nadiem Makarim: Jangan Pelit Donk!

Komentar Pedas Hotman Paris Kepada Nadiem Makarim: Jangan Pelit Donk!

Pengacara Hotman Paris Hutapea menyentil mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim yang kini berstatus terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device M

Hotman Paris Beri Pernyataan Sikap Untuk Kasus Nadiem Makarim

Hotman Paris Beri Pernyataan Sikap Untuk Kasus Nadiem Makarim

Hotman Paris Hutapea kembali membuat kehebohan di ruang publik. Secara terbuka, Hotman meminta Presiden Prabowo Subianto, untuk menggelar perkara khusus di Istana Negara terkait tudingan miring yang menyeret nama mantan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer