Helda Wika Amini ketua Tim Pengabdian Desa Binaan Unej menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir, Tim Pengabdian Desa Binaan Unej telah melakukan pendampingan pengolahan kopi Desa Tanah Wulan menjadi kopi rempah (KORE) bubuk. KORE diproduksi oleh komunitas perempuan petani kopi Desa Tanah Wulan.
Produk ini telah dipasarkan baik secara langsung maupun menggunakan media pemasaran daring. Usaha ini juga telah memiliki PIRT sehingga pemasaran KORE telah mendapatkan perizinan untuk dipasarkan secara meluas. “Selain melakukan pemasaran di dalam negeri, Tim Pengabdian Desa Binaan Universitas Jember juga merencanakan untuk memperluas cakupan pemasaran produk KORE di level internasional. Namun, kami belum memiliki wawasan yang memadai terkait hal ini sehingga perlu dilakukan pelatihan terkait peluang kegiatan ekspor kopi Desa Tanah Wulan,” ungkap Rizki Fitria Darmayanti, anggota tim Pengabdian Desa Binaan Unej.
“Sehubungan dengan itu, maka pada 13 Oktober 2021 telah diadakan pelatihan peluang ekspor produk kopi Desa Tanah Wulan dengan narasumber Bapak Vicky selaku Koordinator klinik Ekspor Bea Cukai Kabupaten Jember. Pelatihan ini dilaksanakan di Balai Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso dengan mengundang Kepala Desa dan Komunitas Perempuan Petani Kopi Desa Tanah Wulan,” ujar Dyah Ayu Savitri Pengabdian Desa Binaan Unej lainnya.
Yasmin Annisa’ mahasiswa Unej angkatan 2019 menambahkan bahwa selama proses pelatihan, Tim pengabdian dan peserta memperoleh berbagai informasi terkait prospek, keuntungan dan mekanisme ekspor produk kopi. Kegiatan ekspor ini dapat memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan nilai ekonomi kopi desa Tanah Wulan karena harga jualnya yang lebih tinggi dibanding harga jual didalam negeri.
Selain itu, Susilowati mahasiswa Unej angkatan 2019 lainnya mengatakan kegiatan ekspor dapat sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada komunitas internasional sehingga diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi negara Indonesia. “Perempuan petani kopi Desa Tanah Wulan mengakui bahwa sebelumnya kopi dijual dengan harga berbeda per petani sehingga tidak menghasilkan keuntungan yang memadai akibat ketidakseragaman harga kopi di Desa Tanah Wulan,” kata Zahwa Auliya Zahiyah mahasiswa Unej angkatan 2019. “Melalui pelatihan ini, petani kopi perempuan Desa Tanah Wulan menyadari betapa berharganya kopi yang telah mereka tanam dan olah lebih lanjut,” ujarnya.
Kedepannya, komunitas perempuan petani kopi Desa Tanah Wulan dengan didampingi oleh Tim Pengabdian Desa Binaan Unej akan mengupayakan langkah untuk melakukan kegiatan ekspor produk KORE sehingga KORE dapat dikenal baik secara nasional maupun internasional,” pungkas Muhammad Rizalluddin yang juga mahasiswa Unej angkatan 2019. (ika/aro) Editor : Radar Digital