Dalam perencanaan, terdapat 613 atlet, 213 pelatih dan ofisial yang mendapatkan uang saku. Besarannya sekitar Rp 100 ribu per hari, terhitung sejak tanggal 24 Juni hingga 3 Juli 2022.
Tertundanya pemberian uang saku para atlet, pelatih, dan ofisial bukan rahasia lagi. Sejumlah anggota dewan juga mengetahuinya. Keluhan dan aspirasi para atlet tersebut menjadi bahan dewan untuk memanggil sejumlah pihak terkait. "Kami sudah dengar soal (uang saku, Red) itu. Rencana akan kami undang hearing Dispora dan panitia pelaksana," kata Ketua Komisi D DPRD Jember Muhammad Hafidi, kemarin.
BACA JUGA: Unmuh Jember Koleksi 10 Medali Porprov Jatim VII
Menurutnya, DPRD juga belum mengetahui penyebab tersendatnya penyaluran hak-hak atlet. Semestinya semua uang saku sudah ditunaikan. Terlebih, dana itu telah teralokasi melalui APBD dan diberikan kepada atlet selama mengarungi laga di Porprov. "Makanya akan kami pertanyakan itu kepada Dispora dan panitia pelaksana. Tunggu saja hearing nanti satu atau dua hari lagi," imbuh legislator dari Fraksi PKB tersebut.
Terpisah, Kepala Dispora Jember Murdiyanto mengakui, sebenarnya uang saku itu sudah terbayarkan. Namun baru sebagian. Sementara, sisanya masih menunggu karena ada kendala administrasi. "Yang sudah kami berikan 50 persen lebih. Sisanya yang belum-belum ini masih ada administrasi terkait nama-nama penerima," urainya, kemarin.
Seperti diketahui, atlet-atlet Jember banyak yang meraih prestasi. Ada 20 medali emas, 17 perak, dan 45 perunggu. Dengan itu, Jember menempati urutan ke-9 dari 38 kabupaten/kota yang bertanding.
Tertundanya pencairan uang saku atlet itu juga disayangkan Ketua Umum Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Jember Haryu Islamuddin, kemarin. "Uang saku atlet kami belum cair. Info yang kami terima, di Dispora masih penataan administrasi. Sehingga, waktu Porprov kemarin dibantu bapak asuh, anak-anak dibelikan susu, vitamin, dan lain-lain," bebernya. (*)
Reporter: Maulana
Foto : Dokumen Radar Jember
Editor : Nur Hariri Editor : Maulana Ijal