Radar Jember - Internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah diguncang isu hukum yang menyeret dua tokoh utamanya, Grace Natalie dan Ade Armando. Menanggapi situasi ini, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menegaskan komitmen partai untuk tetap solid. Meski diterpa isu miring, ia menjamin posisi Grace Natalie di dalam partai tetap aman.
"Sampai hari ini saya katakan tidak akan pernah meninggalkan Grace Natalie sendirian menghadapi masalah ini," tegas Ahmad Ali dalam keterangannya, saat dikutip (7/5/2026).
Namun, terdapat garis tegas terkait batasan dukungan partai. Ahmad Ali menjelaskan bahwa PSI secara organisasi tidak akan mengintervensi proses hukum dengan memberikan bantuan hukum langsung dari tim legal partai. Ia menekankan bahwa persoalan yang dihadapi Grace merupakan tanggung jawab pribadi secara hukum. "PSI tidak akan memberikan bantuan hukum karena kami menganggap ini adalah masalah personal yang harus diselesaikan secara mandiri," kata Ali.
Sebagai langkah awal, PSI telah menjadwalkan pemanggilan terhadap Grace Natalie guna melakukan klarifikasi internal. Langkah ini diambil untuk memahami duduk perkara dari perspektif Grace sebelum partai mengambil sikap lebih jauh.
Baca Juga: Grace Natalie Dipolisikan 40 Ormas Usai Sentil Jusuf Kalla, PSI Ogah Membantu - Radar Jember
Di sisi lain, perkembangan kasus yang juga melibatkan Ade Armando ini turut menyeret nama Jusuf Kalla (JK). Dalam menyikapi dinamika yang berkembang, Ahmad Ali melontarkan pujian kepada mantan Wakil Presiden tersebut. Ia menilai JK sebagai figur yang bijaksana dalam menghadapi kemelut politik dan hukum.
"Pak JK adalah sosok yang sangat matang, beliau memiliki kebijaksanaan yang luar biasa dalam melihat persoalan bangsa," puji Ahmad Ali.
Sementara itu, unggahan Ade Armando di media sosial instagramnya menyatakan kemundurannya dari partai yang diketuai oleh anak presiden ketujuh Joko Widodo (Kaesang Pangarep) ini sudah bulat. Ia menyebut tidak ingin membuat marwah partai menjadi tercoreng lantaran kasus yang menyeretnya.
"Keputusan sulit demi rumah perjuangan bersama. Saya resmi mengundurkan diri dari PSI untuk memastikan perjuangan teman-teman tidak terhambat oleh serangan yang ditujukan kepada pribadi saya. Perjuangan belum berakhir, saya akan tetap hadir sebagai suara kritis di ruang publik," tulis Ade Armando, dalam media sosialnya.
Baca Juga: Bukan Mercy atau BMW, Ini Alasan Presiden Prabowo Pakai Maung Pindad saat KTT ASEAN di Filipina
Ade Armando dan Grace Natalie, kini harus berjuang sendirian menghadapi gelombang laporan hukum setelah resmi dipolisikan oleh aliansi gabungan 40 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam ke Bareskrim Polri, Senin (4/5/2026). Mereka diduga telah melakukan penyebaran berita bohong dan fitnah terkait potongan video ceramah Jusuf Kalla. Salah satunya melalui unggahan video di akun Instagram @gracenat pada 13 April 2026. Dalam konten tersebut, Grace mengomentari ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengenai konsep mati syahid yang disampaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Begitu juga dengan konten-konten yang didiskusikan oleh Ade Armando do beberapa kanal media sosial, juga menyinggung terkait isu serupa. Video itu dituding telah dipotong dan menyimpangkan makna asli ceramah tokoh bangsa tersebut.
Editor : Maulana RJ