BACA JUGA : Data Kacau, Parameter Stunting di Jember Tak Jelas
Di Jember, ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk jenis ini bisa dibilang melimpah. Salah satunya juga tersedia di Gunung Sadeng, Puger, ataupun di Gunung Manggar, Wuluhan. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember Imam Sudarmaji mengatakan, keberadaan pupuk itu sebenarnya menjadi alternatif dari pupuk subsidi yang alokasinya terus dipangkas.
Namun, dinas diakuinya tidak dalam rangka memberikan ruang kepada masyarakat atau petani melakukan pembuatan pupuk itu. "Kalau semacam edukasi dan pelatihan itu kita lakukan, tidak hanya tentang pupuk dolomit ini, tapi semua jenis organik. Tapi, kalau perizinan, ya, harus mengikuti prosedur yang ada," kata Imam, kemarin.
Sementara itu, di sisi lain, Sekretaris Komisi B DPRD Jember David Handoko Seto menyarankan pemerintah daerah bisa memfasilitasi penyediaan bahan baku pupuk tersebut. Bagi petani yang tergabung dalam sebuah koperasi, poktan/gapoktan, yang salah satunya bergerak dalam pembuatan pupuk jenis dolomit, perlu menjalin kerja sama dengan perusahaan yang melakukan penambangan gamping atau kapur.
Sebab, menurut David, jika masyarakat sendiri harus mengambil bahan baku tersebut, tentu harus memiliki izin. Sementara, izin untuk melakukan penambangan gamping melalui tahapan panjang dan butuh waktu. "Karena itu, kami menyarankan warga itu berkerja sama dengan perusahaan yang sudah berizin melakukan penambangan gamping itu," pungkasnya. (mau/c2/bud)
Editor : Safitri