Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rajangan Tembakau Tersiram Air Hujan Dipastikan Rusak

Safitri • Selasa, 6 Desember 2022 | 14:57 WIB
TAK TENANG: Petani menjaga rajangan tembakau karena sewaktu-waktu bisa turun hujan, di Desa Kamal, kemarin.
TAK TENANG: Petani menjaga rajangan tembakau karena sewaktu-waktu bisa turun hujan, di Desa Kamal, kemarin.
KAMAL, Radar Jember – Musim hujan menjadi salah satu tantangan bagi para petani tembakau. Petani harus pandai-pandai mengatur waktu agar tembakau yang dijemur bisa kering. Selain itu, apabila rajangan tembakau terkena air hujan, maka akan menurunkan kualitas tembakau. Bahkan bisa rusak.

BACA JUGA : Asap Rokok Berbahaya bagi Tumbuh Kembang Janin di Kandungan

Waswas saat menjemur tembakau itu dirasakan oleh Muhammad Rohim, petani tembakau di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa. Dirinya yang terbiasa menjemur tembakau di lapangan desa setempat mengaku waswas, sehingga menunggu rajangan tembakau yang dijemur agar tidak terkena hujan. “Jemurnya hanya saat matahari terik. Kalau mendung saja biasanya langsung diamankan semua,” tuturnya.

Rohim mengaku, dia terpaksa bergantian menjaga tembakau yang dijemur dengan anggota keluarganya. Hal itu dilakukan bila sewaktu-waktu ada mendung dan gerimis. “Kalau tidak dijaga, tembakaunya bisa rusak terkena hujan. Jadi, dijaga agar tembakau bisa diamankan sebelum hujan,” tuturnya lagi.

Kondisi tersebut, menurut Rohim, membuat proses pengeringan tembakau menjadi panjang. Hal itu karena lebih banyak waktu turunnya hujan dibandingkan dengan terik matahari yang membantu pengeringan tembakau. “Kalau musim kemarau tembakau hanya butuh waktu satu bulan untuk kering semua. Tapi, di musim hujan saat ini waktu pengeringannya lebih panjang. Perkiraan bisa dua sampai tiga kali lipat,” jelasnya.

Meski memerlukan waktu yang lama dan harus ekstra dalam mengawasi tembakau yang dijemur, Rohim mengaku tidak bisa berbuat banyak. Hanya mampu bersabar agar tembakau yang dijemurnya tidak rusak kualitasnya ketika akan dijual. Hal itu pun banyak dilakukan oleh petani lain. Salah satunya Nur Hasan. (ben/c2/nur) Editor : Safitri
#tembakau #Jember