Sumur Warga Gugut Rambipuji, Jember Masih Tercemar Banjir, PMI Lakukan Normalisasi Berulang
Dwi Siswanto• Jumat, 6 Maret 2026 | 19:08 WIB
PMI Jember melakukan normalisasi sumur warga di Desa Gugut, Rambipuji, Jember
GUGUT, Radar Jember – Banjir yang melanda wilayah Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji beberapa waktu lalu meninggalkan persoalan baru bagi warga. Tidak hanya merendam rumah dan lingkungan permukiman, luapan Sungai Dinoyo juga mencemari sumur-sumur milik warga yang selama ini menjadi sumber air utama untuk kebutuhan sehari-hari.
Air sumur yang sebelumnya jernih berubah keruh bercampur lumpur. Bahkan sebagian sumur mengeluarkan bau tidak sedap sehingga tidak lagi layak digunakan untuk mandi, mencuci, maupun memasak.
Melihat kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember turun langsung melakukan normalisasi sumur milik warga pada Kamis (5/3). Tim WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) PMI mendatangi satu per satu sumur yang terdampak banjir untuk melakukan penyedotan lumpur dan membersihkan air sumur.
Dengan menggunakan dua mesin penyedot air, relawan PMI menguras air bercampur lumpur dari dasar sumur hingga kondisi air kembali lebih jernih.
“Beberapa sumur harus disedot sampai tiga kali agar airnya kembali jernih,” ujar Ali Purnomo, Ketua RT 03 RW 11 Dusun Krajan, Desa Gugut.
Menurutnya, banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Dinoyo membawa banyak material lumpur dan kotoran yang kemudian masuk ke dalam sumur warga.
“Banyak sumur yang tidak bisa dipakai karena airnya keruh bercampur lumpur, bahkan ada yang sudah mengeluarkan bau,” tambahnya.
Dari hasil pendataan di lapangan, sedikitnya 11 sumur milik warga sempat terdampak banjir. Namun setelah dilakukan pengecekan, hanya empat sumur yang membutuhkan proses normalisasi karena kondisinya paling parah.
Sementara sumur lainnya sudah mulai jernih kembali dan bisa digunakan oleh warga.
Bagi warga Desa Gugut, air sumur merupakan sumber utama kebutuhan rumah tangga. Karena itu, pemulihan kualitas air menjadi hal yang sangat penting setelah banjir surut.