Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemuda Situbondo Angkat Identitas Lokal Lewat Batik Motif Tapal Kuda ke Panggung Global

M. Ainul Budi • Rabu, 20 Agustus 2025 | 00:18 WIB
Photo
Photo

radar jember - Universitas Jember melalui program pengabdian masyarakat menghadirkan inovasi dengan memadukan penguatan kompetensi Bahasa Inggris dan literasi budaya melalui pendampingan penciptaan motif batik kontemporer berbasis kearifan lokal Tapal Kuda.

Program ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Jember yang dijalankan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) bermitra dengan Forum Pemuda Pelopor Situbondo, serta terverikasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan puncak berupa Workshop dan Pameran Batik Kontemporer berlangsung pada 16–17 Agustus 2025 di Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo. Sebelum kegiatan puncak, para pemuda Situbondo telah mengikuti serangkaian pelatihan daring dan luring sejak Juli 2025 dengan fokus penguatan Bahasa Inggris, literasi budaya, serta kreativitas seni.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Situbondo, H. Puguh Wardoyo, S.S., M.M., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris merupakan kompetensi strategis dalam memperkenalkan potensi budaya daerah ke kancah internasional.

“Bahasa Inggris adalah kunci agar pemuda Situbondo mampu menjadi duta budaya. Melalui bahasa, batik, dan kearifan lokal Tapal Kuda, Situbondo bisa dikenal dunia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Pemuda Pelopor Situbondo, Sonhaji Sanuwar, S.Sos., M.Kesos.. Ia menilai program ini sebagai langkah nyata dalam pemberdayaan pemuda agar mampu bersaing secara kreatif sekaligus menjaga warisan budaya.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Ika Fitriani, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa batik kontemporer Situbondo memiliki potensi besar untuk dikenalkan secara global.

Menurutnya, motif baru seperti Taman Nasional Baluran, nasi sodu, pa’beng, perahu layar, hingga daun marongghi (daun kelor) bukan sekadar gambar di kain, melainkan representasi budaya, keindahan alam, dan kondisi sosial masyarakat Situbondo.

Selanjutnya, Dosen PGSD FKIP Universitas Jember, Chandra Ayu Proborini, M.Pd. dan Dosen ITB Tuban Diana Setia Dewi, M.Pd., turut memperkaya materi dengan eksplorasi potensi daerah dan strategi promosi budaya lokal melalui tren masa kini.

Workshop berlangsung dalam empat sesi. Sesi pertama membahas sejarah dan filosofi batik sebagai warisan budaya nusantara yang diakui UNESCO.

Sesi kedua mengajak peserta mengeksplorasi budaya Tapal Kuda sekaligus menciptakan desain motif batik kontemporer dengan teknik mola dan nyanting, dipandu oleh Frangky Kurniawan, S.Pd., M.Pd.

Sesi ketiga berfokus pada pewarnaan, pengawetan warna, hingga tahap nglorot. Antusiasme tinggi terlihat saat peserta bekerja secara kolektif menghasilkan karya batik. Sesi terakhir berupa pameran karya, refleksi, serta pemberian penghargaan untuk tiga desain terbaik sebagai motivasi bagi peserta.

Sedikitnya 25 pemuda-pemudi Situbondo terlibat dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan Bahasa Inggris secara pasif, tetapi juga berperan sebagai brand ambassador budaya Tapal Kuda dengan mempresentasikan karya batik dan cerita di balik motifnya dalam Bahasa Inggris.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Pemuda Situbondo harus terus belajar, berinovasi, dan membawa identitas lokal mereka ke panggung global,” pungkas Ika Fitriani.

Selain melibatkan dosen Universitas Jember dan praktisi batik, kegiatan ini juga didukung dosen dari Institut Teknologi dan Bisnis Tuban. Empat mahasiswa Universitas Jember, yakni Rafi Sofyan, Faridatul, Arda, dan Diah turut berperan aktif mendampingi peserta.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah semangat peserta, tetapi juga menjadi pengalaman langsung dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Editor : M. Ainul Budi
#Batik #SMK #UNEJ #siswa #situbondo