BACA JUGA : Kasur pun Dibuang ke Selokan, Kesadaran Warga akan Kebersihan Rendah
Dengan mata pelajaran mulok bahasa Jawa diharapkan siswa tidak hanya mengenal budaya Jawa, melainkan juga bisa mengerti dan bisa bertutur menggunakan bahasa Jawa.
“Adanya mulok bahasa Jawa selain bisa mengembangkan potensi daerah sebagai upaya mutu pendidikan di sekolah secara langsung, juga bisa menjadi muatan lokal untuk melestarikan bahasa daerah yang berbasis kebudayaan dan kesenian,” ungkap Mutiara Balqis, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej).
Di sisi lain, menurut Endang Sulityowati, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, mengatakan, meskipun mata pelajaran bahasa Jawa sudah diwajibkan di kalangan SD ataupun SMP, tetapi penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar di kalangan pelajar masih minim.
Menurut Endang, salah satunya disebabkan oleh media sosial. “Anak-anak yang sering bermain gawai pastinya akan meniru apa yang mereka lihat dan didengarkan di media sosial,” bebernya. (mg4/c2/bud)
Editor : Safitri