Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Fasilitas Pendidikan Tak Kokoh, Nyawa Bisa Terancam di Sekolah

Safitri • Senin, 24 Oktober 2022 | 16:32 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Plafon di SDN Kaliglagah 03, Desa Kaliglagah, Sumberbaru, rusak.
BUTUH PERBAIKAN: Plafon di SDN Kaliglagah 03, Desa Kaliglagah, Sumberbaru, rusak.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Fungsi sekolah layaknya rumah bagi siswa. Kenyamanan dan keamanan sudah sepatutnya menjadi perhatian. Sudah berulang kali bangunan sekolah yang rusak maupun yang tidak tiba-tiba ambruk. Beruntung, tidak ada nyawa siswa yang melayang karena tertimpa puing-puing bangunan. Namun, apabila hal ini tak dianggap serius, bisa jadi sekolah ambruk saat kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan.

BACA JUGA : Pemberlakuan Seragam Adat di Sekolah, Tak Ingin Bebani Wali Murid

Sekolah yang diketahui mengalami kerusakan mayoritas ada di pinggiran. Bisa jadi, sekolah di pinggiran kurang menjadi daya tarik pembangunan, sehingga banyak yang terabaikan. Berbeda dengan sekolah di tengah kota. Satu genting jatuh, bisa jadi langsung teratasi. Namun, di pinggiran, adanya ruang kelas ambruk tak bisa langsung disentuh dan menunggu waktu yang lama.

Sekolah rusak hingga ambruk ini banyak dari lembaga yang usia bangunannya sudah puluhan tahun. Plafon terkadang sudah tidak ada seluruhnya, pintu dan jendela tanpa kayu dan kaca. Bahkan, saat hujan turun, berteduh di dalam ruang kelas seperti berteduh di bawah pohon, karena banyak yang bocor.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, perbaikan sekolah memang mampu memberi kenyamanan KBM. Akan tetapi, sebagian ada yang belum menjamin keamanannya. Bagaimana tidak, bangunan sekolah baru pun terkadang ada yang ambruk. Hal itu yang nyata-nyata akan mengancam keselamatan siswa.

Berdasarkan data, ada ratusan sekolah yang perlu direnovasi. Sebagian sekolah memang ada yang rusak berat, sedang, dan ringan. Nah, apabila perbaikan sekolah dilakukan, pemerintah perlu lebih tegas lagi. Bila perlu, unsur kekuatan bangunan dan usia bangunan menjadi salah satu penekanan agar sekolah tidak tiba-tiba ambruk.

Beberapa data Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, bangunan sekolah yang tiba-tiba ambruk yakni SMPN 2 Mayang, Mei lalu. Siswa dan guru saat itu dikejutkan dengan suara atap ruang kelas VII C yang ambruk. “Ruang kelas yang ambruk itu sudah lama dikosongkan,” kata Kepala SMPN 2 Mayang Edy Kuntoro. Ruang kelas itu tidak ditempati lagi, karena atapnya terlihat melengkung. Sekolah itu pun berharap agar ada perhatian dari dinas terkait.

Kondisi memprihatinkan juga terjadi pada bangunan SDN Kaliglagah 03, Kecamatan Sumberbaru. Di tempat itu ada tiga ruang keras yang rusak. Ada atap yang sudah melengkung, sejumlah genting ambrol, dan plafonnya jebol karena kayu-kayunya telah rapuh.

Kondisi itu mengakibatkan ruang kelas bocor ketika hujan. “Ada tiga ruang kelas dan ruang guru yang sudah rusak. Kalau musim hujan, tiga ruang bocor,” jelas Mamik Widyawati, Kepala SDN Kaliglagah 03, Kecamatan Sumberbaru.

Menurutnya, pihak sekolah sudah mengajukan proposal renovasi ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Namun, belum ada kepastian kapan tiga ruang kelas di sekolahnya akan diperbaiki. “Proposal pengajuannya untuk renov sudah dilakukan,” ujar Mamik. Ruang kelas dan ruang guru itu rusak sejak tahun 2020 dan di sekolah itu ada 239 siswa.

Selain itu, SDN Pocangan 1, Kecamatan Sukowono, juga mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Dari kelas satu hingga kelas tiga, plafonnya sudah mulai retak. Pihak sekolah menjepitnya dengan bambu. Ada pula ruang kelas yang tidak ada plafonnya sama sekali karena telah ambruk.

Budi Setia Permana, Kepala SDN Pocangan 1, menyampaikan, sekolah tersebut dibangun tahun 1975. “Dak (penyangga plafon, Red) mulai keropos, sehingga tukang tidak berani menaiki,” jelasnya. Sekolah itu letaknya berbatasan dengan Bondowoso.

Hal serupa juga terjadi di SDN Jember Lor 5, Kecamatan Patrang. Sekolah tersebut hingga kini belum ada perbaikan setelah jebolnya pagar sekolah akibat derasnya hujan yang mengguyur kawasan tersebut, Minggu (9/10) lalu. Akibatnya, KBM sempat terganggu. “Ruang kelas 3 dan 4 sampai saat ini belum bisa ditempati,” kata Iwan Sugiarto, guru SDN setempat.

Dengan banyaknya sekolah rusak, selayaknya pemerintah melakukan perhatian penuh dengan memprioritaskan bangunan-bangunan sekolah yang rusak. Di sisi lain, pemerintah perlu menegaskan agar bangunan baru kuat dan tahan lama. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Headline #Sekolah