Jika sebelumnya ada siswa SMPN Mumbulsari 1 yang memilih pindah ke pesantren, baru-baru ini adalah siswa SMPN 1 Tanggul. Sedikitnya, ada lima siswa yang oleh orang tuanya dipindahkan ke pesantren. Mereka beralasan, karena selama ini sekolah negeri belum ada yang memulai pembelajaran tatap muka atau PTM. “Alasan orang tua siswa memindahkan anaknya dari sekolah ke pondok agar anaknya pintar,” kata Surawi, Kepala SMPN 1 Tanggul.
Bahkan, kata dia, orang tua sempat membandingkan mengapa sekolah swasta sudah berani memulai PTM, sedangkan sekolah negeri tidak. Karenanya, satu per satu siswa di SMPN 1 Tanggul pindah. Total ada lima dari 634 siswa yang ada di sekolah tersebut. “Kami tidak bisa melarang permintaan orang tua ketika meminta izin memindahkan anaknya tersebut,” ujar Surawi.
Menurut dia, orang tua yang meminta izin memindahkan anaknya tidak hanya terjadi di SMPN 1 Tanggul, tapi juga di SMPN 6 Tanggul. Surawi mengungkapkan, dari jumlah 74 siswa yang ada di sekolah itu, sebanyak empat siswa sudah mengundurkan diri dan memilih pindah ke pesantren.
Dia menilai, banyaknya siswa yang eksodus ini salah satunya karena pandemi dan dampak perpanjangan PPKM. Apalagi, hampir dua tahun belakangan siswa di sekolah negeri belajar secara daring. "Mudah-mudahan pemerintah segera memulai PTM, sehingga tidak ada lagi siswa yang berhenti," pungkas Surawi, yang juga merangkap sebagai Kepala SMPN 6 Tanggul.
Reporter : Juma’i
Fotografer : Juma’i
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona