Radar Jember - Pemerintah daerah membuka ruang untuk menekan angka pengangguran di wilayah perdesaan.
Salah satunya melalui anggaran hingga ratusan miliar untuk sektor pembangunan infrastruktur pertanian dan yang dikerjakan melalui jalan skema swakelola.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan bahwa seluruh pengerjaan fisik proyek infrastruktur tersebut wajib menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.
Ia tidak menghendaki kontraktor besar atau pekerja dari luar desa malah meminggirkan masyarakat lokal.
"Pembangunannya kita serahkan langsung ke masyarakat. Jadi nanti yang membangun adalah warga, pekerja yang terserap wajib dari warga sekitar," katanya, saat meninjau pembangunan irigasi pertanian, di Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Jenggawah, (13/7).
Langkah ini diambil agar perputaran uang dari APBD tetap mengendap dan dinikmati masyarakat sekitar.
Di lokasi, Gus Fawait, sapaan dia, membeberkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur tani.
Keluhan emak-emak terkait jalan desa yang rusak dan gelap gulita langsung dijawab di tempat.
Ia memastikan, pembangunan jalan aspal baru segera digulirkan lengkap dengan fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU).
"Harapannya jelas dan konkret. Infrastruktur pertanian kita terbangun dengan kualitas yang diawasi langsung oleh rakyat, dan di sisi lain, pendapatan serta daya beli masyarakat sekitar otomatis naik karena mereka sendiri yang menjadi pekerjanya," pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh