Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Fawait Minta ASN Jember Berlari dan Melompat, Pejabat Setingkat Kadis Ditantang Kompetensinya

Maulana RJ • Selasa, 31 Maret 2026 | 17:49 WIB
MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

PATRANG, Radar Jember - Mengakhiri masa pemanasan di tahun pertama kepemimpinannya, Bupati Jember Muhammad Fawait mencanangkan tahun 2026 sebagai tahun pembuktian. Seluruh birokrasi diwajibkan untuk berlari lebih kencang demi mewujudkan target Jember Baru Jember Maju.

Dalam refleksi satu tahun kinerjanya, Bupati Fawait memberikan sinyal kuat akan adanya peningkatan standar kerja bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Jember.

Ia menyatakan, jika 2025 kemarin adalah tahun penataan, maka 2026 adalah momentum untuk melompat lebih tinggi. "Tahun 2025 adalah tahun pemanasan, dan tahun 2026 ini adalah tahun pembuktian," katanya.

Baca Juga: Angka KDRT di Jember Masih Tertinggi? Ini Data Lengkapnya

Gus Fawait, sapaan akrab dia, mengemukakan bahwa ia telah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pejabat eselon dua untuk menunjukkan kompetensi mereka. Tanpa adanya sentimen politik masa lalu.

Namun, di tahun kedua ini, ia akan lebih tegas dalam memberikan penilaian. Dalam kesempatan lain, Gus Fawait juga menegaskan memberlakukan evaluasi tiga bulanan (triwulan).

Jika dirasa performanya loyo, dalan waktu dua kali evaluasi triwulan itu, ia tak segan untuk kembali melakukan merotasi para pimpinan OPD, badan ataupun direktur. "Istilahnya itu saya pecuti mereka. Saya ingin ASN tidak hanya berjalan, tapi berlari dan melompat," katanya.

Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan

Salah satu fokus utamanya di tahun 2026 adalah mempercepat iklim investasi. Gus Fawait ingin menghapus kesan birokrasi yang lambat.

Ia menargetkan proses perizinan investasi bisa tuntas dalam waktu satu hari melalui percepatan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Bagi mereka yang dianggap menghambat pencapaian target RPJMD, Gus Fawait menyatakan, tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas.

 Pihaknya cukup optimis bahwa sinergi antara investasi, layanan kesehatan, dan pendidikan akan menjadi motor utama pengentasan kemiskinan Jember yang selama sepuluh tahun terakhir tertahan di angka 200 ribu jiwa.

"Tahun 2026 adalah pembuktian bagi pemerintahan kami. Kami fokus bekerja maksimal untuk tanah kelahiran kami ini," pungkas presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) itu. (mau/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #kepala dinas #Bupati #Gus Fawait