SUMBERSARI, Radar Jember - Menghadapi potensi peningkatan risiko banjir yang terus mengintai dari tahun ke tahun, Jember mulai siaga penuh dengan mengambil sejumlah langkah mitigasi yang komprehensif.
Dalam rapat paripurna RAPBD 2026 di Gedung DPRD Jember, (15/11), Bupati Jember Muhammad Fawait memaparkan strategi utama Pemkab Jember dalam menangani isu kebencanaan.
"Sejalan dengan pandangan itu, Pemkab Jember melalui BPBD dan perangkat daerah terkait telah melakukan dan terus menguatkan langkah-langkah komprehensif," katanya.
Sedikitnya, ia membeberkan tiga strategi utama yang menjadi fokus pemerintah daerah dalam mitigasi banjir dan penguatan ketahanan bencana. Pertama, penguatan mitigasi yang berfokus di akar rumput.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, menyatakan Pemkab Jember aktif membentuk Desa/kelurahan Tangguh Bencana dan mendorong peningkatan kapasitas relawan lokal, serta pelaksanaan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan.
"Penguatan mitigasi berbasis masyarakat ini penting, termasuk penguatan komunikasi kelembagaan agar informasi dan tindakan dapat tersampaikan dengan cepat," jelas dia.
Lebih jauh, Gus Fawait juga menyinggung kaitan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) demi memastikan warga mendapatkan informasi dini secara cepat dan akurat, mencakup pemasangan alat pemantau curah hujan dan tinggi muka air, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Ia meyakini, mitigasi dan penanganan banjir tidak bisa sepotong-sepotong, namun harus komprehensif. Mulai dari kawasan hulu, tengah (area permukiman) hingga hilir atau muara.
Ia mengharapkan, tiga langkah komprehensif itu dapat meminimalisir risiko dampak bencana banjir di tengah puncak musim penghujan ini. (mau/bud)
Editor : M. Ainul Budi