Radar Jember - Pemkab Jember berencana akan mengerahkan 1.000 tenaga kesehatan (nakes) ke desa-desa.
Hal itu untuk membantu persoalan stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).
Dalam kesempatan menyampaikan rencana program kerjanya, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa penerjunan 1.000 nakes ini menjadi salah satu perhatian ekstra yang juga butuh dukungan ekstra.
Salah satunya dukungan dari pemerintahan desa, serta para kader-kader posyandu, dan PKK.
"Para nakes home base-nya nanti di kantor desa atau polindes,” jelasnya Gus Fawait, saat menyampaikan progress kinerjanya secara terbuka (14/9).
“Kan tidak mungkin kalau di rumah warga. Dan mereka (nakes, Red) nanti yang akan menjadi panglima-panglima bersama para kader Posyandu, para bidan, untuk bersama melakukan pencegahan AKI dan AKB," tambahnya.
Gus Fawait, mengakui bahwa persoalan kesehatan AKI, AKB, dan stunting ini cukup krusial di Jember.
Bahkan sebelum ia menjabat sebagai orang nomor satu di kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini, ketiga persoalan tersebut sudah mencatatkan kasus cukup tinggi se-Jawa Timur.
"Stunting Jember ini tinggi, data AKI dan AKB juga, ini harus kita turunkan. Karena itu tidak bisa pakai cara yang normal-normal saja, perlu berupaya memberikan perhatian ekstra lebih untuk menekan AKI, AKB dan stunting ini," pungkasnya.
Pemkab menargetkan penerjunan 1.000 nakes ke desa ini sebelum akhir tahun 2025 ini.
Selain pemerintah desa, ikhtiar ini juga akan didukung oleh para bidan, dokter, PKK, kader posyandu, dan serta masyarakat luas. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh