Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kurangnya Kuantitas Dan Kualitas ASN Jember, Ini Langkah Pemerintah Jember

Ivona • Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:26 WIB
MENGAJAR DARING: Salah seorang guru honorer yang mengajar di MI Al-Hidayah Mangli, tengah melakukan aktivitas pembelajaran daring di sekolahnya. Hingga kemarin, guru honorer belum menerima gaji.
MENGAJAR DARING: Salah seorang guru honorer yang mengajar di MI Al-Hidayah Mangli, tengah melakukan aktivitas pembelajaran daring di sekolahnya. Hingga kemarin, guru honorer belum menerima gaji.
KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman masih memiliki pekerjaan rumah yang harus segera dilaksanakan. Yakni meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Jember. Hal tersebut mengarah pada dibutuhkannya kualitas aparatur sipil negara (ASN) dalam membangun Kabupaten Jember menjadi daerah yang lebih baik.

Karena itu, pihaknya berupaya untuk melakukan pengembangan SDM yang bakal dilaksanakan mulai 2022 hingga 2024 mendatang. Terlebih, hal tersebut sejurus dengan misi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga ingin meningkatkan kualitas SDM di setiap daerah seluruh Indonesia.

Selain menyiapkan beberapa program unggulan, Hendy menerangkan bahwa pihaknya masih memiliki kendala yang harus segara dituntaskan. Salah satunya upaya penataan birokrasi yang baik. Sebab, dia tak ingin ada perpecahan yang malah merugikan masyarakat Jember.

“Misi kami adalah membangun tata kelola pemerintahan yang kondusif,” jelasnya. Yakni, antara eksekutif dan legislatif. Selain itu, juga menyasar masyarakat dan komponen pembangunan daerah lain. Dia menegaskan bahwa hal itu bakal menjadi kunci kekuatan SDM di Pemerintah Kabupaten Jember.

Beberapa kendala lain juga disebutkan. Di antaranya, kurangnya kuantitas dan kompetensi SDM di Kabupaten Jember. Selain itu, pihaknya masih belum mandiri untuk menyelenggarakan diklat. Belum lagi, banyak pejabat pelaksana dan fungsional yang belum memiliki kompetensi pendidikan sesuai dengan syarat jabatan. “Banyak juga jabatan kosong akibat keterlambatan kenaikan pangkat, serta belum terpenuhinya pelatihan ASN,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, adanya penyederhanaan birokrasi mengharuskan para ASN tersebut untuk belajar lagi. Jelas, membutuhkan waktu lama untuk bisa segera bekerja sesuai tupoksi mereka masing-masing. Penyerapan teknologi informatika para ASN tersebut juga masih kurang. Belum lagi, tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan prima berbanding terbalik dengan kemampuan ASN untuk melayani dengan cepat.

Karena itu, Hendy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah untuk terus memperbaiki Pemerintahan Kabupaten Jember. Meningkatnya kualitas SDM para ASN tersebut diyakini mampu menunjang pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Jember. “Untuk itu, kami juga mengharapkan adanya pendampingan dari BPSDM Kemendagri untuk menangani masalah-masalah tersebut,” tandasnya.

Reporter : Isnein Purnomo

Fotografer : Isnein Purnomo

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona
#Pemkab Jember #Headline #PNS #Bupati Jember #ASN