Menurut Miftah K Fahmi, salah satu perancang aplikasi Desaqu, lahirnya aplikasi tersebut terinspirasi dari keinginan Bupati Jember Hendy Siswanto. Usai menyelesaikan kuliahnya di Korea Selatan, Miftah diminta oleh Bupati Jember untuk berkolaborasi dalam mewujudkan keinginannya terhadap Jember, yakni membentuk Desa Pintar.
"Saya tanya apakah ada program smart city, ternyata Pak Bupati maunya smart village. Karena smart city, belum tentu desanya cerdas. Kalau smart village maka desanya cerdas. Jadi otomatis kota itu juga cerdas," ungkap pemuda asal Kecamatan Wuluhan tersebut.
Dalam kurun waktu sebulan, Miftah bersama keempat temannya mulai merancang misi tersebut. Hingga hari ini, ia diminta untuk menyampaikan hasil rancangan aplikasi itu kepada pihak pemkab, Jumat (16/4).
Selain berfungsi untuk pelayanan masyarakat desa, aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur. Seperti fitur lapak yang membantu masyarakat dalam menjual produknya. Kemudian fitur darurat, yang nantinya akan tercantum kontak ambulans desa. Serta ada juga fitur aduan, yang bisa digunakan untuk melakukan pengaduan jika ada masyarakat Jember yang terlantar.
"Jadi ini juga tergantung keinginan pemerintah daerah. Kami yang menyediakan medianya," imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab Jember Habib Salim menyatakan, penerapan aplikasi tersebut merupakan langkah efektif dalam membangun kemajuan desa. Apalagi, aplikasi tersebut merupakan karya anak Jember yang patut diapresiasi.
"Saya kira ini bagus. Dan bisa jadi potensi di Jember. Mereka yang membuat, kuliahnya jauh sampai ke luar negeri, kemudian bisa membangun desanya dengan kemampuan yang didapatkan di luar negeri. Apalagi juga langsung diterapkan," pungkasnya.
Kabarnya, uji coba penggunaan aplikasi itu akan dimulai pada satu desa pertengahan Mei mendatang, tepatnya setelah Lebaran.
Reporter: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri