WULUHAN, Radar Jember - Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97, dua destinasi ikonik: Pantai Watu Ulo dan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma), kini tak lagi terpisah oleh sekat tiket.
Mulai 1 Januari 2026, sistem satu pintu atau one gate system resmi diberlakukan.
Wisata terintegrasi ini tak hanya membuat ramah di kantong, namun juga memanjakan para wisatawan bisa menikmati dua panorama pantai yang langsung menghadap ke Samudera Hindia itu, sekaligus.
Baca Juga: Tak Kalah Mau dari Bali, Paket Trip Wisata Terintegrasi Jember Mulai Digodok Pemkab dan Asosiasi
Terobosan itu lahir setelah Pemkab Jember, Perhutani Jawa Timur, dan PT Palawi Resorsis, meneken kesepakatan kerjasama.
Jika sebelumnya pengunjung harus merogoh kocek total Rp 35 ribu (Rp 10 ribu untuk Watu Ulo dan Rp 25 ribu untuk Papuma), kini wisatawan cukup membayar Rp12.500 per orang, pengunjung bisa mengakses kedua pantai tersebut.
Bupati Jembe Muhammad Fawait, mengungkapkan rasa syukurnya atas terwujudnya keinginan besar Pemkab Jember yang telah tertunda bertahun-tahun ini.
"Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun, kerja sama antara Pemkab Jember dengan PT Palawi Resource akhirnya terwujud. Ini akan jadi destinasi andalan kita. Masuknya cukup satu saja, tidak seperti dulu lagi bayar double. Sekarang sekitar Rp12.500 sudah dapat dua destinasi yang punya sejarah Nyi Blorong dan Nyi Loro Kidul," kata Gus Fawait sembari tertawa renyah.
Baca Juga: Wings Air Terbang Jember - Bali Tanpa Subsidi dan Block Seat, Dorong Ekonomi Aglomerasi Tapal Kuda
Meski penandatanganan kerja sama telah dilakukan, Gus Fawait menekankan bahwa pemberlakuan secara efektif di lapangan dimulai pada awal Januari 2026.
"Kebijakan baru tentu perlu persiapan. Tanggal 1 atau 2 Januari 2026 mulai diterapkan. Awal-awal wajar jika ada kekurangan, yang jelas semua on the track. Kami juga akan perhatikan infrastruktur, lampu jalan, hingga soal parkir secara detail," tambah dia.
Kerjasama ini bukan semata memangkas double tiket menjadi satu, tapi juga untuk memicu multiplier effect bagi ekonomi lokal.
Gus Fawait mengutarakan keinginan besarnya agar dua destinasi ikonik itu bisa terintegrasi dengan dua rute penerbangan yang kini telah tersedia di Bandara Notohadinegoro Jember.
Yakni rute Jember Jember - Jakarta dan Jember - Bali. Sehingga dapat menarik wisatawan mancanegara.
Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perhutani Jawa Timur, Wawan Triwibowo, menilai Jember memiliki ekosistem wisata paling lengkap yang menjadi penyumbang pendapatan strategis.
"Kami menyambut baik niat Gus Bupati. Kami ingin berkontribusi nyata mendukung program pemerintah daerah dan ikut memajukan Jember sesuai visi Jember Baru, Jember Maju, Mendunia," kata Wawan.
Senada dengan itu, Direktur PT Palawi Resorsis, Tedy Sumarto, optimis bahwa integrasi ini akan mengangkat nama Jember ke kancah internasional.
"Kami menyambut baik sinergi ini. Kita bisa tumbuhkan efek domino ekonomi dan menjadikan destinasi ini unggulan, bukan hanya di Jawa Timur, tapi juga mendunia," pungkas Tedy. (mau)
Editor : M. Ainul Budi