Radar Jember - Eks pembalap F1 dan MotoGP, Jaime Alguersuari, angkat suara soal performa Marc Marquez di musim 2025 bersama Ducati.
Dalam sebuah podcast, ia membantah anggapan bahwa Marquez mendapat perlakuan istimewa dari Ducati.
Jaime justru menyebut bahwa talenta Marquez lah yang menjadi pembeda paling nyata musim ini.
“Masalahnya selama ini bukan Marc Marquez, tapi motornya, Honda,” tegas Alguersuari, dikutip Radar Jember dari laman Motosan.
Ia bahkan menggambarkan transformasi luar biasa yang ditunjukkan rider asal Cervera itu sejak meninggalkan Honda
“Ada dua versi Marc Marquez. Yang pertama adalah Marquez-Honda, pria yang menghabiskan 98 persen kariernya menunggangi motor ‘kejam’. Versi kedua adalah Marquez-Ducati, baru 2 persen dari kariernya, tapi sudah cukup untuk mengubah peta kejuaraan,” jelasnya.
Alguersuari menyindir keras filosofi Honda yang selama bertahun-tahun terlalu bergantung pada bakat Marquez tanpa benar-benar memperbaiki motornya.
“Honda tak pernah peduli untuk membuat motor yang lebih baik. Mereka punya Marc. Dan Marc memberikan segalanya: bakat dan hidupnya,” ujarnya.
“Tak ada satu pun pembalap di grid MotoGP hari ini yang rela berkorban sejauh itu,” tambahnya.
Ia bahkan menyebut Marquez sebagai “Penyelamat berbaju kulit”, sosok yang menyelamatkan Honda dari kegagalan lewat skill dan keberaniannya.
Kini, setelah menunggangi Ducati, semua batasan teknis itu lenyap.
Alguersuari menyoroti bagaimana label “sirkuit anti-Marquez” sirna seketika.
Serta menyebut bahwa selama ini masalahnya bukan lintasan, tapi motor Honda itu sendiri.
“Kini dengan Ducati, belokan kiri, kanan, apa pun, tak ada yang menghalangi,” katanya.
“Bahkan saat di Brno dia terjatuh dua kali, semangat Honda-nya masih ada. Dia tetap ambil risiko. Bedanya sekarang, dia punya motor yang mendukung,” sambungnya.
Dani Pedrosa dan Keyakinan Baru pada Marquez
Dalam podcast itu, Alguersuari juga mengungkap kekagumannya kepada Dani Pedrosa, yang ia sebut sebagai “pengamat MotoGP terbaik”.
Ia bahkan menyebut sering mendapat pesan pribadi dari Pedrosa yang penuh refleksi tajam, dan semua itu menunjukkan betapa besar respek Pedrosa terhadap Marquez.
“Marc Marquez adalah talenta yang tak akan terulang. Ia punya semacam perlindungan ilahi. Lebih dari seribu kali jatuh, dan tak pernah cedera parah,” ungkapnya kagum.
Isu bahwa Ducati berpihak pada Marquez menurutnya hanya asumsi belaka.
“Ducati tak perlu memihak siapa pun. Marc Marquez sudah cukup membuat perbedaan sendiri. Dia punya plus, koneksi ilahi yang tak dimiliki orang lain,” ungkapnya.
Mantan juara dunia delapan kali itu, lanjut Alguersuari, hanya butuh satu hal: motor yang memberinya kebebasan menjadi dirinya sendiri.
“Dulu orang mengira karier Marquez sudah habis. Tapi sekarang terbukti, yang ia butuhkan hanya motor yang tepat,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh