Radar Jember – Keketatan seleksi CPNS 2026 diperkirakan akan semakin meningkat.
Meskipun demikian, beberapa peserta akan menggunakan berbagai cara agar bisa mengamankan posisinya, salah satunya adalah dengan memilih formasi yang kurang diminati.
Hal ini didasarkan pada fakta data tahun lalu yang menunjukkan ada sejumlah instansi yang jumlah pelamarnya jauh lebih sedikit dibanding formasi favorit lainnya.
Berdasarkan data BKN pada CPNS 2024, total formasi CPNS yang dibuka mencapai sekitar 250 ribu formasi dengan jumlah pelamar menembus lebih dari 3,3 juta peserta.
Baca Juga: CAIR BULAN DEPAN!!, Ini Komponen Gaji ke-13 ASN 2026, PPPK hingga Pensiunan Juga Kebagian
Namun yang menarik, beberapa instansi justru tercatat relatif sepi peminat dibanding kuota formasi yang tersedia.
Antara lain, seperti:
- Badan Riset dan Inovasi Nasional membuka 500 formasi, namun saat itu jumlah pelamarnya baru sekitar 397 peserta pada data awal BKN.
- Sekretariat Jenderal MPR membuka 25 formasi dengan sekitar 306 pelamar.
- Kementerian PANRB membuka 61 formasi dengan sekitar 311 pelamar.
Sementara di instansi favorit, jumlah persaingan jauh lebih ketat.
Contohnya:
- Kementerian Hukum dan HAM membuka 9.070 formasi dengan pelamar mencapai lebih dari 490 ribu orang.
- Kementerian Agama membuka 20.772 formasi dengan lebih dari 209 ribu pelamar.
Perlu dicatat bahwa informasi ini berdasarkan data seleksi tahun 2024, strategi secara penuh berada di tangan peserta.
Baca Juga: Simbol Tahun Kelahiran Khofifah, Kwarda Gerakan Pramuka Jatim Salurkan 1.965 Bibit Pisang Mas Kirana
Data BKN sebelumnya juga menunjukkan beberapa instansi favorit dapat memiliki rasio persaingan ekstrem.
Dalam sejumlah formasi populer, satu jabatan bahkan diperebutkan ratusan hingga ribuan peserta sekaligus.
Sementara pada formasi yang minim peminat, peluang peserta untuk lolos administrasi hingga lanjut SKD menjadi relatif lebih besar karena jumlah pesaing lebih sedikit dibanding kuota tersedia.
Jika melihat pola tahun sebelumnya, formasi yang relatif lebih sedikit peminat biasanya berasal dari:
- instansi teknis tertentu,
- daerah penempatan khusus,
- wilayah terpencil,
- hingga jabatan analis dan pengawas tertentu.
Namun sekali lagi, seluruh pembahasan ini masih bersifat perkiraan berdasarkan pola seleksi CPNS sebelumnya.
Kepastian jumlah formasi, instansi pembuka seleksi, hingga kuota resmi tetap menunggu pengumuman pemerintah dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Penulis : Bakhtiyar Subandi
Editor : Imron Hidayatullahh