SURABAYA, Radar Jember – Kondisi sejumlah bangunan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya menjadi sorotan menjelang musim keberangkatan jemaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Usia bangunan yang telah puluhan tahun membuat berbagai fasilitas mengalami penurunan kualitas.
Baca Juga: BPKH Renovasi Asrama Haji Surabaya, Tingkatkan Kenyamanan Jemaah Jelang Keberangkatan
Beberapa kamar dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat, mulai dari dinding yang lapuk hingga plafon yang rawan ambruk akibat serangan rayap.
Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi jemaah yang sebagian besar merupakan lanjut usia.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Fentin Istifa’iyah, mengakui bahwa sebagian besar bangunan memang berdiri sejak era 1970-an. Faktor usia menjadi penyebab utama menurunnya kualitas fasilitas.
Baca Juga: Tanpa Unduh Aplikasi, Kawal Haji Tawarkan Kemudahan Akses Pengaduan bagi Jemaah
“Sebagian bangunan sudah cukup tua, sehingga membutuhkan pembenahan agar tetap layak digunakan,” ujarnya.
Selain kerusakan fisik bangunan, fasilitas sanitasi juga menjadi perhatian.
Banyak toilet yang sebelumnya masih menggunakan model jongkok dinilai kurang ramah bagi jemaah lansia, sehingga perlu dilakukan penyesuaian.
Kondisi tersebut mendorong dilakukannya renovasi melalui dukungan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Perbaikan difokuskan pada titik-titik yang paling mendesak, seperti kamar rusak berat, plafon berisiko, serta fasilitas sanitasi.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Hary Alexander, menegaskan bahwa pembenahan ini bukan sekadar peningkatan fasilitas, tetapi juga menyangkut keselamatan jemaah.
“Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan tempat yang aman dan nyaman sebelum berangkat ke Tanah Suci,” katanya.
Keberadaan asrama haji memiliki peran penting sebagai titik awal pelayanan jemaah.
Di tempat inilah para calon haji menjalani proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pembekalan sebelum keberangkatan.
Dengan kondisi bangunan yang menua, perbaikan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.
Apalagi, setiap tahunnya ribuan jemaah memanfaatkan fasilitas ini sebagai tempat transit.
Perbaikan yang dilakukan diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut.
Selain meningkatkan kenyamanan, pembenahan juga menjadi bagian dari upaya menjaga standar pelayanan haji Indonesia agar tetap optimal.
Ke depan, perawatan berkala dinilai menjadi kunci agar fasilitas asrama haji tetap dalam kondisi prima dan mampu melayani jemaah secara maksimal.
Editor : Faqih Humaini