Radar Jember – Pemerintah membuka pintu lebar bagi para lulusan perguruan tinggi untuk menjadi motor penggerak ekonomi di akar rumput.
Melalui rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, sebanyak 30.000 talenta muda akan direkrut sebagai pegawai BUMN dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
Program yang dikelola di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara ini tidak hanya menawarkan status pekerjaan, tetapi juga peran strategis dalam mengelola ketahanan pangan nasional.
Hingga Senin (20/4) kematin, tercatat sudah ada 383.830 pendaftar yang memperebutkan posisi ini.
"30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang akan menjadi pegawai BUMN dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu di bawah Agrinas Pangan Nusantara," ujar Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).
Prioritas Domisili dan Profesionalisme
Seleksi ini terbuka bagi lulusan D-3 hingga S-1 dengan usia maksimal 35 tahun.
Menariknya, pemerintah akan mempertimbangkan faktor domisili sebagai nilai tambah bagi pelamar yang memiliki skor seleksi setara.
Hal ini dilakukan agar putra-putri daerah dapat berkontribusi langsung memajukan desanya masing-masing.
Zulhas menegaskan bahwa besarnya minat masyarakat harus dibarengi dengan kewaspadaan terhadap segala bentuk penipuan.
"Seluruh tahap seleksi tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa manajer yang dicari bukan sekadar administrator.
Melainkan sosok yang mampu menggerakkan bisnis di desa, juga mampu bersinergi dengan para pelaku usaha di wilayahnya.
"Jadi, orang-orang yang punya karakter yang entrepreneurship, jadi businessman. Karena akan banyak ketemu dengan vendor, ketemu dengan BUMN, ketemu dengan para pelaku usaha di desa," ujar Tedi di Jakarta, Senin (20/4).
Para peserta yang lolos nantinya akan menjalani masa penugasan selama dua tahun sebagai bekal sebelum terjun langsung mengelola operasional koperasi di lapangan.
Dengan target pembangunan 30.000 unit koperasi yang rampung pada Juli 2026, para manajer muda ini diharapkan menjadi ujung tombak kemandirian ekonomi desa.
Editor : Imron Hidayatullahh