RADAR JEMBER - Di tengah upaya penguatan ekonomi kerakyatan, Koperasi Desa Merah Putih kini justru menjadi tameng bagi para pelaku kejahatan siber.
Berbagai informasi palsu atau hoaks yang mencatut nama lembaga ini mulai bertebaran di jagat maya, mulai dari modus bantuan dana hingga rekrutmen abal-abal yang menyasar warga desa.
Maraknya hoaks ini memicu kekhawatiran karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi koperasi yang sedang dibangun.
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta, ragam hoaks yang muncul biasanya menggunakan narasi yang menggiurkan, seperti pembagian dividen instan atau dana hibah pemerintah yang mengharuskan korban membayar biaya administrasi terlebih dahulu.
Pihak otoritas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh informasi yang tidak berasal dari saluran resmi. Hal ini penting untuk menghindari potensi pencurian data pribadi maupun kerugian finansial secara langsung.
Link Pendaftaran Rekrutmen Pegawai Koperasi Merah Putih 2026
Informasi yang dihimpun jawa pos radar jember, mendapati klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Maret 2026.
Klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
Baca Juga: Pegawai Hingga Manajer KDMP Rawan Titipan Orang Dalam di Lingkaran Perangkat Desa? Bisa Profesional?
"REKRUTMEN PEGAWAI KOPERASI DESA MERAH PUTIH RESMI DI BUKA TAHUN 2026
Pemerintah Membuka Rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah putih Tahun 2026 Persyaratan :
Laki-laki dan perempuan
Berusia Minimal 20 tahun
Bersedia Ditempatkan di Daerah masing-masing
Memiliki Ijazah Minimal SMA
Sehat Jasmani dan rohani
Bersedia Digaji Minimal 5 - 8 Juta
Untuk info cara pendaftaran dan penempatannya ada di bawah dan bio profil 👇👇
https://daftarsekarangjg.eliiyi.com/
🚫 𝙋𝙚𝙣𝙙𝙖𝙛𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙜𝙧𝙖𝙩𝙞𝙨 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 🚫"
Unggahan klaim menyertakan menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
"https://daftarsekarangjg.eliiyi.com/?fbclid=IwY2xjawQUtdZleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFpRkxXcmVSYm92V2NrT2t5c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHrAm0qidskM4ML8W66Evs105opfeJykDv7sUIt7ORdpZ3uph_hG5LQVWbYJf_aem_IkE4kgD7OG-adXR4kSMDBA"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir pendaftaran dengan meminta sejumlah data pribadi, seperti nama sesuai e-KTP, alamat lengkap dan nomor Telegram.
Editor : M. Ainul Budi