Radar Jember – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) resmi merilis sosok pengganti Danke Rajagukguk yang kini tengah ditarik ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut, Herlangga Wisnu Murdianto, ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo.
Penunjukan ini merupakan buntut dari pemeriksaan intensif terhadap Danke Rajagukguk terkait penanganan perkara videografer Amsal Christy Sitepu.
Sebagai informasi, Amsal sebelumnya didakwa melakukan korupsi dalam proyek video profil desa di Kabupaten Karo, meski akhirnya divonis bebas oleh pengadilan.
Herlangga mengonfirmasi penugasan tersebut setelah menerima surat tugas langsung dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Harli Siregar.
"Iya, sementara sesuai surat tugas dari Kajati Sumut seperti itu," ujar Herlangga, Selasa (7/4).
Ia menegaskan bahwa posisinya saat ini hanya untuk menjamin stabilitas organisasi di Tanah Karo.
"Sementara saya hanya mengisi kekosongan supaya pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," tuturnya.
Baca Juga: Herlangga Wisnu Dilantik Jadi Plh Kajari Karo Gantikan Danke Rajagukguk yang Ditarik ke Kejagung
Sosok Herlangga: Berpengalaman dan Berharta Rp5,3 Miliar
Herlangga Wisnu Murdianto bukanlah orang baru dalam posisi pimpinan sementara.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Plh Kajari Padang Lawas pada Januari 2026.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK pada 4 Maret 2026, Herlangga tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp5.336.350.000.
Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan seluas 119 m²/275 m² di Jakarta Selatan senilai Rp5 miliar, ditambah kas sebesar Rp336 juta tanpa catatan utang.
Kondisi ini kontras dengan Danke Rajagukguk. Berdasarkan LHKPN per 3 Maret 2026, kekayaan Danke tercatat minus Rp140 juta.
Baca Juga: Ini Nama Lengkap Kajari Karo Danke Rajagukguk, Punya Rekor dan Gaya Kepemimpinannya Seperti Ini
Meski memiliki aset tanah di Simalungun dan dua unit mobil, Danke terbebani utang mencapai Rp818,5 juta, yang membuat nilai kekayaan bersihnya konsisten menyusut sejak 2024.
Editor : Imron Hidayatullahh