Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Profil Gubernur Riau Abdul Wahid, Sosok Politikus PKB yang Terjaring OTT KPK, Alumni UIN Suska

Redaksi Radar Jember • Selasa, 4 November 2025 | 20:02 WIB
Profil Gubernur Riau Abdul Wahid, Sosok Politikus PKB yang Terjaring OTT KPK
Profil Gubernur Riau Abdul Wahid, Sosok Politikus PKB yang Terjaring OTT KPK

RADAR JEMBER – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa Gubernur Riau, Abdul Wahid, ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Riau pada Senin (3/11/2025).

Selain Abdul Wahid, sembilan orang lainnya turut ditangkap dalam operasi tersebut. OTT ini diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau. 

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa operasi tersebut menjerat sejumlah penyelenggara negara.

“Benar, ada kegiatan tangkap tangan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini ada sekitar 10 orang yang diamankan, sebagian besar merupakan penyelenggara negara,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. 

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto turut mengonfirmasi bahwa Gubernur Abdul Wahid termasuk di antara pihak yang ditangkap. “Salah satunya,” kata Fitroh saat ditanya mengenai identitas para penyelenggara negara yang diamankan. Ia menambahkan, tim KPK masih bekerja di lapangan, sehingga detail konstruksi perkara belum dapat dijelaskan secara lengkap. 

“Terkait dengan perkaranya, bidang apa, serta konstruksi lengkapnya, nanti kami akan sampaikan setelah seluruh proses di lapangan selesai,” jelas Budi. 

Abdul Wahid (45) merupakan Gubernur Riau periode 2025–2030 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menjabat bersama Wakil Gubernur SF Hariyanto. Sebelum menduduki kursi kepala daerah, Wahid dikenal sebagai politikus berpengalaman di tingkat legislatif. 

Pria kelahiran Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau ini memulai karier politiknya sebagai anggota DPRD Riau selama dua periode (2009–2019).

Setelah itu, ia melangkah ke tingkat nasional dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024, mewakili Daerah Pemilihan Riau II. Di Senayan, ia duduk di Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, riset, dan lingkungan. 

Abdul Wahid menempuh pendidikan dasar di Riau dan melanjutkan studi agama di Pondok Pesantren Ashhabul Yamin, Agam, hingga lulus pada tahun 2000.

Ia kemudian meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam dari UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau pada 2004, dan melanjutkan studi Magister Sains Ilmu Politik di Universitas Riau, lulus pada 2021. 

Selain aktif di dunia politik, Abdul Wahid juga dikenal aktif berorganisasi. Berikut beberapa jabatan penting yang pernah diembannya: 

1. Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Riau (2016–sekarang)
2. Ketua Tanfidz DPW PKB Provinsi Riau (2011–2021)
3. Wakil Ketua Tanfidziah PW NU Provinsi Riau (2011–2017)
4. Sekretaris Tanfidz DPW PKB Provinsi Riau (2006–2011)
5. Wakil Sekretaris DPW PKB Provinsi Riau (2004–2009 dan 2002–2006)
6. Wakil Sekretaris PC HMI (2002–2003) 

Abdul Wahid dikenal memiliki latar belakang sederhana. Ayahnya meninggal dunia saat ia berusia 10 tahun, dan sejak saat itu ia membantu keluarga mengelola kebun kelapa untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Perjuangan hidup tersebut membentuk karakter pekerja keras dan disiplin yang kemudian membawanya masuk ke dunia politik. 

Hingga kini, KPK masih mendalami perkara yang menjerat Abdul Wahid. Lembaga antirasuah belum mengumumkan secara resmi jenis kasus, nilai uang, maupun pasal yang dikenakan. Namun, OTT yang melibatkan kepala daerah aktif ini kembali menjadi sorotan publik, mengingat Wahid baru menjabat kurang dari satu tahun sebagai Gubernur Riau periode 2025–2030. 

Penulis : Muhammad Robitunni'am

Editor : M. Ainul Budi
#tersangka #profil #gubernur riau #uin suska #Korupsi #ott kpk #Abdul Wahid