Radar Jember - Publik kembali digegerkan oleh beredarnya tangkapan layar percakapan sejumlah mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang diduga melakukan perundungan (bullying) terkait tragedi meninggalnya Timothy Anugerah.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena muncul dugaan kuat adanya tindakan tak berempati dari beberapa mahasiswa terhadap korban yang telah meninggal dunia.
Dalam percakapan yang tersebar di media sosial, terlihat beberapa mahasiswa melontarkan komentar bernada ejekan dan candaan tidak pantas mengenai peristiwa tragis tersebut.
Sikap tersebut menuai kecaman dari warganet yang menilai tindakan mereka sangat tidak berperikemanusiaan.
Setelah kasus ini viral, para mahasiswa yang terlibat akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui media sosial masing-masing.
Mereka mengaku merupakan bagian dari grup chat yang sempat membicarakan kabar duka atas meninggalnya Timothy, namun beberapa di antaranya justru menuliskan komentar yang dinilai melecehkan korban.
Adapun mahasiswa yang telah menyampaikan permintaan maaf di antaranya:
Maria Victoria Viyata Mayos (Vita) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2023
Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana – FISIP 2023
Leonardo Jonathan Handika Putra – Fakultas Kelautan 2022
Muhammad Riyad Alvitto Satriyaji Pratama – FISIP 2023
Vito Simanungkalit – FISIP Udayana
Ryan Abel – FISIP 2023
Jetro Ferdio – Fakultas Perikanan 2022
Isi percakapan yang viral di dunia maya menunjukkan beberapa komentar yang dianggap melecehkan korban, di antaranya:
“Badan gorbon gitu mau diangkat.”
“Mentalnya gak kuat.”
“Nanggung banget bunuh diri di lantai 2.”
Pihak Universitas Udayana sendiri disebut tengah menelusuri dugaan pelanggaran etika yang dilakukan para mahasiswa tersebut.
Sementara warganet menyerukan agar kampus memberikan sanksi tegas guna mencegah terulangnya kasus serupa dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih beradab serta berempati.
Penulis : Athok Ainurridho
Editor : M. Ainul Budi