Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Kesaksian Blak-blakan sang Sopir Bus Rombongan RS Bina Sehat, Seakan Sudah Pasrah?

Redaksi Radar Jember • Selasa, 16 September 2025 | 21:42 WIB
MEMBERIKAN KETERANGAN : Foto Sopir Bus Inds88Trans, saat memberikan keterangan beberapa waktu lalu tentang kronologi Kecelakaan maut tersebut.(TANGKAPAN LAYAR VIDEO DI SOSIAL MEDIA)
MEMBERIKAN KETERANGAN : Foto Sopir Bus Inds88Trans, saat memberikan keterangan beberapa waktu lalu tentang kronologi Kecelakaan maut tersebut.(TANGKAPAN LAYAR VIDEO DI SOSIAL MEDIA)

RADAR JEMBER - Sopir bus pariwisata IND’S 88 bernomor polisi P-7221-UG akhirnya angkat bicara mengenai kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang penumpang rombongan RS Bina Sehat Jember di jalur Bromo, Minggu (14/9).

 Ia mengakui bahwa rem kendaraan sudah bermasalah sejak melewati kawasan Jatian, sebelum akhirnya hilang kendali di turunan Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Menurut pengakuan sopir, tekanan angin pada sistem rem mulai melemah saat bus memasuki turunan panjang.

 Ia berusaha mengantisipasi dengan menggunakan rem tangan, namun laju kendaraan tetap tak terkendali.

“Mau buang ke kiri, tapi banyak kendaraan. Sementara sisi kanan saya lihat kosong. Rem sama sekali tidak bisa, anginnya tidak ada. Hand rem tidak bisa sama sekali” ungkapnya.

Bus yang mengangkut puluhan penumpang itu kemudian menabrak pagar rumah warga serta sebuah sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan.

Sebelum terguling dan terperosok ke parit dengan posisi miring ke kanan.

Benturan keras menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan 44 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Polisi bersama Unit Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil penyelidikan sementara menguatkan dugaan bahwa gangguan pada sistem pengereman menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.

“Jadi kita menunggu hasil dari ahli dan hasil analisis TAA (Traffick Analize Accident) Polda Jatim, baru setelah itu akan dilaksanakan gelar perkara untuk penetapan tersangka," Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif.

Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif mengatakan, hingga saat ini sudah ada 8 saksi yang diperiksa terkait kecelakaan tersebut. Penyidik juga akan melibatkan ahli untuk analisis lebih lanjut.

"Sudah dilakukan tes urine dan hasilnya negatif. Untuk lain-lainnya akan segera kami sampaikan lebih lanjut," ujar Latif.

Hingga kini, sopir bus masih belum ditetapkan sebagai tersangka.

Tragedi ini menambah catatan kelam kecelakaan wisata di jalur menuju Bromo yang dikenal rawan karena kondisi jalan menurun, curam, dan berliku

Penulis: Yunita Setyowati

Editor : M. Ainul Budi
#tersangka #Jember #sopir #bus #korban #probolinggo #bromo #RS Bina Sehat