Di TKP Tim Inafis langsung memeriksa kamar belakang tempat korban digorok oleh ibunya sendiri. Ada beberapa barang bukti yang diamankan. Di antaranya pisau dapur, sajam yang digunakan untuk membuka pintu, bekas bercak darah, serta kain yang menempel di baju korban dan ceceran darah lainnya.
BACA JUGA: Usai Gorok Anak Kandung Hingga Meninggal, Ibu di Jember Coba Bunuh Diri
Selain Tim Infanis dan anggota Polsek Silo, terlihat juga anggota Resmob Polres Jember, tim medis Puskesmas Silo 1 dan Silo 2, serta perangkat desa setempat.
Kapolsek Silo AKP M Na'i mengatakan, setelah menerima laporan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis untuk menyelidiki kasus itu. Dugaan sementara, pelaku tega membunuh putrinya karena terindikasi mengalami gangguan jiwa. Namun oleh keluarga, pelaku disebut kerasukan jin atau mahluk halus. “Menurut keluarga, pelaku ini kadang kambuh dan sering ngomel sendiri,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
M Soleh, 50, suami pelaku, mengaku kalau istrinya sering diam dan ngomong sendiri. Sebulan lalu pernah sembuh, tapi sekarang tiba-tiba kambuh lagi hingga terjadi insiden pembunuhan. "Saat kejadian saya mendengar ada suara ngorok di kamar belakang. Akhirnya saya membangunkan anak saya untuk membuka pintu. Ternyata istri sudah terluka di bagian leher,” ungkapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, setelah Tim Inafis melakukan olah TKP, jenazah korban yang berusia lima tahun langsung divisum, bagian leher dijahit lalu dimandikan untuk dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya.
Sementara, pelaku Maimunah, 46, dirujuk ke RSD dr Soebandi setelah mendapat perawatan di Puskesmas Silo 2. Pelaku juga mengalami luka sayat di leher. Setelah menghabisi putrinya, pelaku mencoba bunuh diri. Kini, kondisinya masih kritis dengan 13 luka jahitan. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital