Kapolsek Puger AKP Eko Basuki Teguh Argo Wibowo menjelaskan, korban bernama Edi Supriadi, warga Dusun Krajan RT 2 RW 12, Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Pria 49 tahun itu ditemukan tergantung di dalam rumahnya, Rabu (7/6) dini hari, sekitar pukul 01.00.
BACA JUGA: Terbelit Masalah Ekonomi, Pria di Jember Tewas Usai Minum Pembasmi Rumput
“Yang menemukan pertama kali adalah adik kandungnya sendiri, bernama Samsul Arifin. Saat itu saksi bermaksud menyambangi kakaknya karena sudah lama tak ada kabar,” katanya.
Rupanya, ketika datang ke rumah korban, sang adik tak bisa masuk. Pintu rumah depan terkunci. Ketika memanggil-manggil juga tak ada respons. Merasa ada yang tak beres, saksi berusaha masuk lewat pintu samping yang tembus dapur. Apalagi, dia juga mencium aroma tak sedap.
Namun, setelah berhasil masuk ke dalam rumah, saksi sangat terkejut. Ia melihat sesosok tubuh yang tak asing tergantung persis di depannya. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus motif garis-garis dan celana jeans pendek. Sebagian kulitnya melepuh, serta mengeluarkan cairan. Kaki korban tak lagi menyentuh tanah.
Selanjutnya saksi meminta bantuan tetangga dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Puger. Anggota SPKT bersama personel polisi yang sedang piket segera menuju ke lokasi. Petugas mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke kamar mayat RSD dr Soebandi untuk autopsi. “Untuk motif masih kami selidiki,” terang Eko Basuki.
Sejauh ini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Namun, dugaan sementara dari pengamatan fisik, korban meninggal akibat gantung diri. Meski demikian, polisi masih akan mendalami kasus itu dan menunggu hasil autopsi dari rumah sakit.
“Kami telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Kejadian ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital